Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / PT Syaukath Sejahtera Antara Investasi Dan Konflik Sosial

PT Syaukath Sejahtera Antara Investasi Dan Konflik Sosial

Sumber Fhoto: Haba Daily

 

LINTAS NASIONAL, BIREUEN – Kehadiran perusahaan raksasa yaitu PT Syaukath Sejahtera yang bergerak dalam bidang perkebunan yang beralamat di Biphak Juli, bisa jadi merupakan kebanggaan untuk Kabupaten Bireuen, kenapa tidak perusahaan perkebunan sawit tersebut sekaligus mendirikan pabrik pengolah sawit yang beralamat di Kecamatan Gandapura. 

Namun tidak demikian bagi 30 orang warga Krueng Simpo Kecamatan Juli dan sekitarnya, bagi mereka kehadiran perusahaan perkebunan raksasa tersebut malah menjadi petaka. Kenapa tidak lahan yang telah Meraka patok atas persetujuan aparatur Desa malah menurut mereka telah diambil paksa oleh perusahaan perkebunan sawit tersebut.

Medio 2014 beberapa media masa di Aceh dihangatkan dengan berita seputaran konflik warga dengan Perusahaan Perkebunan tersebut.

LINTAS NASIONAL.com mencoba menelusuri kembali seputaran konflik tersebut. Baharuddin salah seorang tokoh masyarakat yang terlibat langsung dalam konflik lahan tersebut sejak awal kembali mengisahkan kejadian yang menimpa 30 orang petani di Krueng Simpo Kecamatan Juli tersebut.

Menurutnya Pada tahun 2014 masyarakat melakukan survey lahan, pada waktu itu lahan tersebut masih berupa rimba raya yang belum terkelola, masyarakat sebelumnya telah meminta izin kepada kepala Dusun dan perangkat desa untuk membuka lahan baru.

Setalah ada izin dari perangkat Desa kemudian masyarakat melakukan pemancangan, namun kemudian pihak perusahaan PT Syaukath Sejahtera mengklaim lahan tersebut merupakan milik mereka bahkan pihak perusahaan menurunkan sejumlah alat berat untuk menggarap lahan tersebut.

Itulah awal dari petaka antara pihak perusahaan dengan masyarakat yang kemudian menuduh masyarakat telah menyerobot lahan milik Perusahaan PT Syaukath Sejahtera.

Kasus tersebut menurut penuturan Baharudin berbuntut panjang, dimana masyarakat melaporkan kasus tersebut ke Polres Bireuen. Namun anehnya kemudian Polres Bireuen menetapkan para pelapor sebagai tersangka atas kasus penyerobotan lahan milik PT Syaukath Sejahtera.

Masyarakat yang di dampingi oleh LBH Banda Aceh Pos Lhokseumawe pun kemudian terpaksa berurusan dengan hukum, dimana mereka kemudian diputuskan oleh Pengadilan Negeri Bireuen bersalah dan di hukum dengan hukuman percobaan selama 1,6 tahun penjara.

Menurut penuturan Baharuddin pihaknya terus berjuang bahkan beberapa kali pihaknya melakukan audiensi dengan pihak DPRK Bireuen. Bahkan aksi demonstrasi pun mereka gelar di Depan Kantor Bupati Bireuen yang pada waktu itu H Ruslan M Daud menjabat sebagai Bupati Bireuen.

Namun anehnya pihak pemerintah Bireuen tidak bergeming bahkan terkesan membela kepentingan perusahaan daripada kepentingan masyarakat.

Menurut Baharuddin pihak PT Syaukath Sejahtera juga terus melakukan pengembangan dengan membeli lahan milik masyarakat di seputaran perusahaan tersebut.

“Kami hanya berharap kepada pemerintah Bireuen untuk membantu kami dan mengembalikan kembali lahan tersebut kepada kami,” tutup Baharuddin.

Cerita seputaran konflik antara PT Syaukath Sejahtera juga di kisahkan oleh salah seorang anggota DPRK Bireuen Suhaimi Hamid yang juga di kenal sebagai aktivis lingkungan hidup. Dirinya dan beberapa aktivis lingkungan pernah mengalami kejadian yang tidak menyenangkan ketika melakukan survey lahan di seputaran lahan milik PT Syaukath Sejahtera.

“Pada waktu itu kami yang melewati jalan yang menurut masyarakat sekitar adalah jalan yang dibangun dengan menggunakan uang negara, pada saat pulang jalan tersebut telah di pagari dan digembok, saat itulah muncul salah seorang yang kemudian kami ketahui adalah salah seorang anggota TNI yang kemudian secara tidak bersahabat memfhoto kami,” kisahnya. 

Kejadian yang tidak mengenakkan kembali di pertontonkan oleh pihak PT Sayaukath Sejahtera pada pertengahan Oktober 2017, dimana salah seorang wartawan TV Nasional yang ingin meliput korban terbalik nya truk pengangkut tenaga kerja milik PT Syaukath Sejahtera diancam Oleh salah satu oknum anggota TNI yang di klaim oleh pihak perusahaan bekerja di PT Syaukath Sejahtera.

Walaupun kemudian kasus tersebut berakhir damai dengan membuat pernyataan permohonan maaf, namun pihak perusahaan yang ikut proses perdamaian malah menolak dinyatakan bersalah dalam kasus tersebut. 

Sederatan kejadian tersebut tentunya semakin menambah daftar panjang masalah antara perusahaan raksasa tersebut dengan Masyarakat di Kabupaten Bireuen.

Belum lagi pihak Perusahaan PT Syaukath Sejahtera akhir-akhir ini juga di tuding mengabaikan keamanan trasnportasi kerja para buruh. Dimana Perusahaan tersebut mengangkut tenaga kerja dengan menggunakan Dum Truk sehingga sangat beresiko apabila terjadi kecelakaan. (Zoel SoPAN) 

 

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful