Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Teuku Cik Di Tiro, Pahlawan Aceh yang Bikin Belanda Kewalahan

Teuku Cik Di Tiro, Pahlawan Aceh yang Bikin Belanda Kewalahan

Kematian Cik Di Tiro
LINTAS NASIONAL –
Belanda menyadari bahwa sumber semangat perjuangan Aceh kala itu ialah Teuku Cik Di Tiro. Untuk menghentikannya, Belanda pun mencari siasat untuk membunuh Panglima Sabil itu. Mereka tidak mau kehabisan akal. Karena merasa terancam, Belanda akhirnya memakai “siasat liuk” dengan mengirim makanan yang dibubuhi racun.

Cara licik itu dipergunakan Belanda untuk membunuh pahlawan kebanggaan rakyat Aceh itu. Mereka meracuni Teuku Cik Di Tiro dengan makanan lewat bantuan pekerja kerajaan. Ketika itu Belanda membujuk seseorang yang bersedia bekerja sama diangkat menjadi Kepala Sagi.

Mereka membayar seorang laki-laki yang ingin mendapat jabatan tinggi untuk membunuh Cik Di Tiro. Kemudian,laki-laki itu menyuruh seorang wanita memasukkan racun ke dalam makanan dan memberikannya kepada Cik Di Tiro.

Saat Teuku Cik Di Tiro mengunjungi Benteng Tui Seilimeung lalu salat di masjid. Setelah itu, perempuan tersebut datang menawarkan makanan. Perempuan ini merupakan suruhan laki-laki yang telah dibayar Belanda. Tanpa curiga sedikit pun, Cik Di Tiro menyantap makanan yang telah dibubuhi racun.

Akibatnya, pahlawan Aceh itu jatuh sakit dan akhirnya menghembuskan nafas terakhir di Benteng Aneuk Galong pada bulan Januari 1891. Kemudian jasadnya dimakamkan di Meureu, Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar beserta istrinya, Teuku Mat Amin. Sejumlah pejuang Aceh serta orang dekat keluarga Tiro dimakamkan di Meureue, termasuk juga cucunya Hasan Tiro.

Walaupun Teuku Cik Di Tiro telah meninggal dunia, perjuangan rakyat Aceh melawan Belanda terus bergelora. Peperangan melawan penjajah terus dilakukan sampai bertahun-tahun lamanya. Dan akhirnya Belanda baru bisa menguasai Aceh pada tahun 1904 dengan plakat pendeknya.

Selama Cik Di Tiro memimpin peperangan di Aceh, terjadi 4 kali pergantian gubernur Belanda yaitu, Abraham Pruijs van der Hoeven (1881-1883), Philip Franz Laging Tobias (1883-1884), Henry Demmeni (1884-1886), Henri Karel Frederik van Teijn (1886-1891).

Untuk menghargai dedikasinya sebagai seorang pahlawan yang telah berjasa mempertahankan Tanah Air dari ancaman penjajah, ia mendapatkan penghargaan khusus dari pemerintah.

Kegigihan yang dilakukan oleh Teuku Cik Di Tiro dalam membela bangsa Indonesia membuat Pemerintah RI mengangkatnya sebagai Pahlawan Perjuangan Kemerdekaan pada tanggal 6 November 1973. Pemberian gelar pahlawan tersebut sesuai dengan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 087/TK/Tahun 1973.

Di ibukota Jakarta, namanya diabadikan sebagai nama jalan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat menggantikan nama Jalan Mampangweg.

Sumber:
[1] Kerta Wijaya. 2007. Sejarah Perjuangan 130 Pahlawan dan tokoh Pergerakan Nasional. Reset Agung: Jakarta. Hal. 253-254.
[2] Biografi Tokoh Ternama
[3] Biografi Pahlawan

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful