Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Forbesma Desak Pengadilan Lhokseumawe Selesaikan Kasus Mahasiswa Unimal

Forbesma Desak Pengadilan Lhokseumawe Selesaikan Kasus Mahasiswa Unimal

Juru Bicara Forum Bersama Mahasiswa (Forbesma), Baihakki.

LINTASNASIONAL.COM, LHOKSEUMAWE- Mahasiswa lintas kampus ormas pemuda di Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe yang tergabung dalam Forum Bersama Mahasiswa (Forbesma), menilai terhadap penahanan kedua mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) yang ditangkap saat berlangsungnya demo yang berujung ricuh di kantor Bupati Aceh Utara pada Mei 2017 lalu, itu merupakan bentuk pembungkaman terhadap gerakan mahasiswa.

Kedua mahasiswa tersebut di antaranya Muji Al Furqan dan M Rusi Lamie. Saat ini mereka masih ditahan di Lembaga Pemasyarakat (LP) Klas II Lhokseumawe dengan status tahanan hakim.

“Situasi ini bisa memicu kegaduhan dan kemarahan dari kalangan mahasiswa, sehingga akan menyebabkan ketegangan di Aceh Utara dan Lhokseumawe khususnya. Penahanan mahasiswa ini merupakan bentuk pembungkaman terhadap gerakan mahasiswa, kita minta hakim untuk segera memberi penangguhan kepada kedua mahasiswa tersebut,” kata Baihakki selaku Juru Bicara Forbesma, Minggu 19 November 2017.

Pihaknya meminta Pengadilan Negeri (PN) Lhokseumawe segera menyelesaikan kasus tersebut. Pengadilan harus mengabulkan permintaan penangguhan penahanan kepada kedua mahasiswa itu, menurut Baihakki, mereka tidak perlu ditahan, karena ini sangat mengganggu aktivitas perkuliahan mereka.

Baihakki menambahkan, peran mahasiswa adalah sebagai kontrol sosial dan terhadap kegiatan pemerintahan. Pihaknya menilai bahwa kasus itu terkesan terlalu di paksakan, karena ini terjadi pada Mei 2017 lalu dan kenapa sampai saat ini belum tuntas.

“Mereka bukan tersangka makar dan tidak mengancam keutuhan NKRI, lalu kenapa dalam penyelasaian kasus tersebut seakan-akan mahasiswa seperti kriminal yang melakukan kejahatan besar. Kita berharap supaya kasus ini segera diselesaikan, dan majelis hakim dapat mengabulkan permintaan penangguhan penahanan terhadap kedua rekan kami,” ungkap Baihakki.

Untuk diketahui, pada 28 Mei 2017 lalu mahasiswa menggelar aksi demo di kantor Bupati Aceh Utara. Dalam aksi itu mereka meminta kejelasan rentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan terkait penggunaan dana desa. Saat aksi berlangsung, sempat terjadi kericuhan hingga terjadi aksi dorong antara polisi dengan mahasiswa yang mengakibatkan kaca kantor Bupati Aceh Utara pecah.

Penulis: Muhammad Fazil

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful