Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Indonesia Negara Agraris dan Maritim Tetapi Impor Beras dan Garam

Indonesia Negara Agraris dan Maritim Tetapi Impor Beras dan Garam

Alfin dan Petani

LINTAS NASIONAL – BANDA ACEH, Mahasiswa Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Unsyiah Alfin Siddiq memberikan komentar terkait dengan impor garam yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia beberapa bulan lalu.

Menurutnya Indonesia adalah negara dengan sebutan negara agraris dan maritim tetapi belum sepenuhnya berhak menyandang nama tersebut, dikarenakan belum optimalnya hasil yang diperoleh baik dari sumber daya agraris dan maritim. Seharusnya pemerintah harus bekerja secara progresif dalam memberdayakan sumber daya di Indonesia.

Indonesia adalah negara agraris dan maritim, tapi sayangnya nama tersebut hanyalah sebuah nama, bukan sebuah prestasi yang diberikan nama. Pemerintah harusnya bekerja secara progresif dalam memberdayagunakan potensi sumber daya agraris dan maritim, tidak stagnan seperti saat ini.

Saya sangat menyayangkan sikap dan kebijakan di pemerintahan saat ini yang lebih mengutamakan pemenuhan permintaan barang dengan cara impor dari pada meningkatkan hasil produksi di dalam negeri baik secara kuantitas dan kualitas” Kata Alfin Siddiq dalam rilisnya dengan media Lintas Nasional Senin 20 November 2017.

Menurutnya, impor bahan baku seperti beras dan garam adalah suatu agenda politik untuk kepentingan sebagian kelompok dan proses impor sudah terinci secara matang dan jelas tentang bahan apa yang diimpor serta kepada siapa impor dilakukan. Impor saat ini dilakukan bukan untuk pemenuhan permintaan dalam negeri melainkan adalah untuk permainan politik.

Beliau berharap, seharusnya pemerintah tidak menggunakan paradigma lama dalam melakukan kebijakan, tetapi menggunakan paradigma baru yaitu lebih mengutamakan bahan lokal terhadap pemenuhan permintaan di dalam negeri, sehingga semua pihak dalam negeri diuntungkan. Baik pemerintah, petani/nelayan dan masyarakat (konsumen).

Komoditi yang dihasilkan di dalam negeri seperti beras dan garam lebih sehat dan aman. Pada permasalahan harga dapat disesuaikan melalui regulasi, sehingga seluruh elemen masyarakat tidak dirugikan.

“Saya berharap, pemerintah harusnya tidak menggunakan paradigma lama yaitu mereka memperluas kekuasaan (outer space) memiliki lebih luas, tetapi tidak memanfaatkan yang ada di dalamnya (inner space). Pemerintah harus memberdayakan petani lokal dengan pemanfaatan produk lokal sebagai pemenuhan permintaan dalam negeri dan menjaga masyarakat sebagai konsumen agar dapat mengkonsumsi produk yang sehat dan aman.

Saya rasa kebijakan impor yang dilakukan bukan untuk pemenuhan permintaan akan tetapi untuk kepentingan sebagian kelompok. Kalau masalah harga pemerintah dapat mengatur dalam regulasi sehingga semua pihak diuntungkan.

Dapat kita ketahui produk impor dalam proses distribusi jelas sudah menggunakan bahan pengawet sintetis, sehingga alangkah lebih baiknya pemerintah mengoptimalkan potensi sumber daya yang sudah ada di dalam negeri, agar petani lokal sejahtera, terpenuhi permintaan serta masyarakat sebagai konsumen juga terlindungi dari cemaran bahan sintetis ” tutup Mahasiswa Jurusan Sosial Ekoonmi Pertanian Universitas Syiah Kuala ini. (Red)

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful