Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Haji Uma Kembali Bantu Pulangkan Warga Aceh Dari Malaysia

Haji Uma Kembali Bantu Pulangkan Warga Aceh Dari Malaysia

LINTAS NASIONAL – ACEH TIMUR, Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman alias Haji Uma menjadi sosok yang dikenal selalu hadir dalam membantu proses pemulangan warga Aceh dari malaysia baik yang mengalami sakit maupun meninggal dunia.

Terakhir, Haji Uma juga turut berperan serta dalam proses pemulangan dua warga Aceh yang meninggal dunia di Malaysia melalui komunikasi dan kerjasama yang melibatkan komunitas masyarakat Aceh di Malaysia serta Dinas Sosial Aceh.

Kali ini, Haji Uma kembali berperan dalam membantu proses pemulangan Mawardi (26), TKI asal Idi Cut Kabupaten Aceh Timur yang menderita sakit di Malaysia. Setelah hampir 9 bulan terkatung di negeri jiran dalam kondisi sakit, akhirnya Mawardi tiba dari Malaysia melalui Bandara Kuala Namu, Sumatera Utara, Hari Selasa 28 November 2017 sekitar pukul 08.00 WIB.

Setibanya di Bandara Kuala Namu, Sumatera Utara, Mawardi bersama seorang warga Aceh yang menjadi pendamping langsung disambut Haji Uma bersama seorang staf nya serta anggota keluarga Mawardi. Dari Kuala Namu, Mawardi dan rombongan yang di dampingi staf Haji Uma berangkat menuju kampung halaman di Idi Cut, Aceh Timur.

Menurut Haji Uma, dirinya mendapat informasi dari hasil komunikasi dengan Abu Saba, Ketua Kesatuan Aneuk Nanggroe Aceh (KANA) sebuah komunitas masyarakat Aceh di Malaysia yang selama ini sering membantu proses pemulangan warga Aceh di Malaysia.

Dari informasi yang diperoleh Haji Uma dari Abu Saba, diketahui bahwa Mawardi yang sebelumnya bekerja di perkebunan nenas di daerah Syah Alam-Malaysia pada awalnya menderita DBD (Demam Berdarah Deungeu) akut yang tak kunjung sembuh. Disisi lain Irwan sudah tidak memiliki biaya untuk berobat karena sudah lama tak dapat bekerja akibat sakit. Seminggu terakhir Mawardi tinggal dirumah Abu Saba sembari menunggu pengurusan proses untuk pemulangan ke Aceh.

“Jadi saya mendapat informasi terkait kondisi Mawardi dari Abu Saba, Ketua Group KANA yang selama ini intens menjalin komunikasi dengan saya. Dalam hal ini, biaya tiket pemulangan dari Malaysia ditanggulangi dari hasil kumpulan bantuan warga Aceh di Malaysia yang digalang Group KANA dan saya diminta membantu biaya sewa ambulan untuk proses pemulangan dari Bandara Kuala Namu ke Idi Cut, Aceh Timur”, kata Haji Uma.

Selanjutnya Haji Uma mengungkapkan bahwa kehadirannya dalam setiap proses pemulangan warga Aceh yang sakit maupun meninggal dari Malaysia, dikarenakan dirinya selalu dihubungi komunitas masyarakat Aceh di Malaysia setiap ada warga Aceh yang mengalami musibah dan dirinya selalu membantu sesuai kemampuan.

“Bagi saya itu sebuah panggilan solidaritas kemanusiaan dan menjadi kewajiban moral untuk saling membantu sesama saudara sebangsa yang ditimpa musibah. Karena itu, saya selalu berusaha membantu semampu saya walaupun secara jumlah tidak seberapa, namun yang terpenting adalah berbuat”, tutup Haji Uma.

Haji Uma menuturkan bahwa dirinya merasa miris dengan kondisi banyaknya warga Aceh yang bekerja di Malaysia dengan status ilegal. Namun menurutnya hal tersebut masih sulit untuk dibendung karena berbagai faktor. Namun kedepan Haji Uma berharap jumlah pekerja Aceh secara ilegal dapat direduksi seiring upaya dari pemerintah daerah untuk memperluas peluang lapangan kerja dan upaya peningkatan skill SDM, terutama usia kerja produktif.

“Kedepan kita berharap pekerja Aceh diluar negeri terutama Malaysia mayoritasnya adalah pekerja skill yang bersifat profesional dan memiliki status pekerja legal diluar negeri”, tutup Haji Uma. (Red)

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful