Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Iranda: 25 Media Online Aceh Aktif, 10 Diprediksi Bertahan

Iranda: 25 Media Online Aceh Aktif, 10 Diprediksi Bertahan

LINTAS NASIONAL – BANDA ACEH, Media sosial tidak dilindungi oleh undang-undang dan juga bukan produk jurnalistik.

Hal itu disampaikan pengurus PWI Aceh yang juga kepala sekolah jurnalis Indonesia (SJI) Aceh, Iranda saat menjadi narasumber pada pelatihan Managemen Wartawan Cyber yang digelar di Hotel Grand Aceh pada Kamis 30 November 2017, dia mengatakan MoU dengan Polri yang dilindungi adalah berita-berita yang mengandung unsur produk jurnalistik.

“Media sosial bukanlah produk jurnalistik dan tidak dilindungi oleh undang undang,” terang Iranda.

Jelas Iranda sejauh ini ada ada 25 media online di Aceh yang dinilai aktif, 10 diantaranya diprediksi bertahan kedepan sedangkan 15 lainnya masih dalam tanda diragukan eksistensinya.

“Konon puluhan media online lainnya yang ada di Aceh, masih menjadi tanda tanya,” lanjut Iranda

Dikatakan Iranda, maraknya media online yang muncul sekarang ini, khususnya di Aceh, karena musiman, yakni musim Pileg dan Pilkada, untuk itu katanya tidak dikhawatirkan jika nantinya banyak media online yang muncul juga akan tumbang akhirnya.

“Analisis sementara, khusus Aceh, minat pembaca lebih mendominasi bidang politik, olahraga, dan kriminal dibanding ekonomi dan bisnis,” lanjutnya

Karena masyarakatnya tidak mau direpotkan dengan hal hal yang dinilai tidak penting, yang penting ada barang, soal harga tidak menjadi persoalan, dia mencontohkan semisal naiknya harga BBM dan barang kebutuhan lainnya.

“Masyarakatnya tidak peduli dengan harga naik, asalkan ada barang masalah harga tidak menjadi persoalan,” tambahnya.

Sementara itu Narasumber lainnya Tarmizi Arfa mengatakan Photo jurnalistik dapat berdiri sendiri, cukup hanya 1 baris teks kalimat sudah bisa menjadi berita, artinya photo jurnalistik juga bisa menjadi berita dan tidak hanya sebagai pelengkap dalam sebuah pemberitaan.

Selanjutnya kegiatan tersebut ditutup oleh T. Maimun, pengurus PWI Aceh mewakili Ketua Tarmilin Usman, ia mengucapkan terimakasih kepada seluruh peserta yang mengikuti pelatihan dan memohon maaf jika ada kekurangan dalam memahami materi yang diberikan oleh narasumber. (Alan)

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful