Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Ribuan Botol Infus RS Kasih Ibu Lhokseumawe Hilang, Polisi Berhasil Tangkap Dua Tersangka

Ribuan Botol Infus RS Kasih Ibu Lhokseumawe Hilang, Polisi Berhasil Tangkap Dua Tersangka

 

Polisi menunjukkan barang bukti berupa botol infus hasil curian dua tersangka, di Polsek Banda Sakti, Lhokseumawe, Minggu 18 Februari 2018.

LINTASNASIONAL.COM, LHOKSEUMAWE- Polres Lhokseumawe melalui
Kepolisian Sektor (Polsek) Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, berhasil menangkap dua tersangka yang diduga melakukan pencurian 2.640 botol dengan jumlah 124 kotak infus milik Rumah Sakit Kasih Ibu Kota Lhokseumawe.

Kedua pelaku itu berinisial IQ (24) warga Simpang Mamplam, Bireun dan RS (28) Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe. Pelaku IQ bertugas di UGD Rumah Sakit Kasih Ibu Lhokseumawe, dan RS selaku Kepala Rumah Sakit Motropolitan Medical Center (MMC) Kota Lhokseumawe.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman melaui Kapolsek Banda Sakti Iptu Arif Sukmo Wibowo, mengatakan, setelah menerima informasi perihal tersebut, maka pihaknya langsung melakukan penyelidikan sehingga dalam jangka waktu 24 jam kedua pelaku itu berhasil ditangkap dengan cara melakukan penyamaran (undercover) sebagai transaksi jual beli.

“Berdasarkan pengakuan kedua tersangka bahwa hasil curian infus itu mereka hendak menjual ke salah satu apotek di Kota Langsa, karena ada permintaan. Untuk kisaran harga dari 2.640 botol infus tersebut bila dijual mencapai Rp.17 juta, sedangkan aksi mereka sudah berlangsung sekitar satu bulan lalu,” kata Iptu Arif Sukmo Wibowo kepada wartawan, Minggu 18 Februari 2018.

Lanjut Arif, saat itu pelaku berhasil membawa kabur ribuan botol infus itu dari rumah pribadi milik Direktur Rumah Sakit Kasih Ibu Lhokseumawe. “Infus di simpan dalam gudang rumah tersebut, tersangka berinisial RS berperan sebagai otak pelaku yang juga ia memang kunci gudang itu,” ungkap Arif Sukmo.

Kedua tersangka berserta Barang Bukti (BB) kini sudah diamankan di Polsek Banda Sakti, untuk dilakukan peyelidikan lebih lanjut.

“Tetapi selain itu juga ada dua pelaku lainnya yang berinisial M dan A. Namun mereka sudah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO), kita terus melakukan pengembangan untuk mengungkapkan pelaku tersebut. Keduanya adalah sebagai perawat di Puskesmas Kecamatan yang berbeda di wilayah Kabupaten Aceh Utara, karena mereka juga terlibat membantu untuk melancarkan aksi pencurian infus tersebut,” ujar Arif.

Penulis: Muhammad Fazil

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful