Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Dinonaktifkan sebagai Ketua Harian DPW PNA Kota Lhokseumawe, Sofyan: Saya Keberatan Terhadap Pemberhentian Sepihak

Dinonaktifkan sebagai Ketua Harian DPW PNA Kota Lhokseumawe, Sofyan: Saya Keberatan Terhadap Pemberhentian Sepihak

 


LINTASNASIONAL.COM, LHOKSEUMAWE- Ketua Harian DPW Partai Nanggroe Aceh (PNA) Kota Lhokseumawe, Sofyan, mendapat surat pemberhentian sementara waktu (non aktif) dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PNA Kota Lhokseumawe, berdasarkan surat Nomor 50/PNA/DPW-LSM/II/2018 bertanggal 11 Februari 2018.

Surat tersebut dikeluarkan berdasarkan dari hasil evaluasi kinerja Ketua Harian DPW PNA Kota Lhokseumawe selama tiga bulan terakhir, yang ditandatangani oleh Ketua DPW PNA Lhokseumawe, Dedi Safrizal dan Sekretaris, Amri Bin Ibni serta para ketua Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) PNA Lhokseumawe.

Oleh sebab itu, Sofyan menindaklanjuti surat Nomor 50/PNA/DPW-LSM/II/2018 perihal surat nonaktif tersebut. Ini merupakan tindakan yang terlalu otoriter dan tidak sesuai dengan jargon partai yaitu berbenah diri menuju partai kader, demokratis dan modern.

“Saya merasa keberatan atas tindakan sebelah pihak tanpa melalui prosedur yang diatur dalam statuta (pedoman dasar) organisasi partai, yaitu berdasarkan Anggaran Rumah Tangga (ART) pada Pasal 12 ayat 4 tentang Dewan Pimpinan Wilayah berwenang. Pada poin C dijelaskan bahwa tata cara memberhentikan fungsionaris Dewan Pimpinan Wilayah melalui rapat pleno DPW, dan dilaporkan dalam rapat Pimpinan Wilayah serta mengajukan penggantinya untuk di tetapkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP),” kata Sofyan, saat dikonfirmasi Lintasnasional.com, Senin 12 Maret 2018.

Menurut Sofyan, maka menonaktifkan dirinya sebagai Ketua Harian DPW PNA Kota Lhokseumawe sangat tidak mendasar. Namun ia mengakui bahwa sebelumnya pernah mengkritisi mekanisme tata kelola keungan partai, yang seharusnya keuangan partai tidak digunakan secara pribadi oleh sekretaris partai.

“Kalaupun ingin menggunakan uang partai, harus ada musyawarah dengan kepengurusan Harian DPW. Partai itu ada aturan main dan bukan begitu caranya, kecuali perusahaan kita sendiri itu tidak menjadi persoalan,” ungkap Sofyan.

Atas dasar itu, Sofyan meminta kepada Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Nanggroe Aceh (DPP-PNA) untuk menyikapi secara tegas surat pemecatan tersebut, karena menurutnya sudah melanggar ketentuan AD/ART Partai.

“Saya juga meminta kepada Ketua Umum DPP-PNA untuk dapat memerintahkan kepada DPW-PNA Kota Lhokseumawe untuk mencabut surat tersebut. Karena surat pemecatan itu mempunyai implikasi hukum bagi DPW-PNA Kota Lhokseumawe, apalagi nomor surat yang dikeluarkan kepada saya tidak sesuai dengan nomor yang telah teragendakan dalam buku surat masuk dan keluar,” ujarnya.

Lanjut Sofyan, artinya itu sudah melanggar kode etik secara administrasi surat menyurat.

Penulis: Muhammad Fazil

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful