Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Polisi Tangkap Pelaku Germo Prostitusi Online di Lhokseumawe

Polisi Tangkap Pelaku Germo Prostitusi Online di Lhokseumawe

 

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan, S.I.K menunjukkan barang bukti dari pelaku prostitusi online, Selasa 27 Maret 2018.

LINTASNASIONAL.COM, LHOKSEUMAWE- Tim gabungan Sat Reskrim, Sat Intelkam dan tim star Polres Lhokseumawe, menggerebek dua lokasi prostitusi online di Kota Lhokseumawe, Senin 26 Maret 2018 sekitar pukul 23.45 WIB malam.

Penggerebekan itu dilakukan yang diduga dijadikan tempat prostitusi di kawasan Cunda, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Polisi berhasil menangkap 9 (sembilan) pelaku, empat diantaranya pria dan lima wanita.

Sedangkan pelaku yang diamankan diantaranya berinisial GW (34) dan SY (33) warga Aceh Utara, FA (28), CSM (35), JJ (35), dan RR (24) warga Kota Lhokseumawe. Selain itu, MA (50) warga Aceh Selatan dan SAH (21) warga Kota Langsa.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan, S.I.K yang didampingi Waka Polres Kompol Imam Asfali mengatakan, saat dilakukan penggerebekan ada yang terdapat mereka sedang berhubungan badan, dan sebagiannya lagi sedang menanti kedatangan pelanggan mereka. Ini merupakan berawal dari informasi masyarakat bahwa di rumah dimaksud kerap kali dijadikan lokasi prostitusi atau sering mangkal para PSK, sehingga polisi langsung melakukan penyelidikan terhadap lokasi tersebut.

Lanjutnya, namun tiga di antaranya ditetapkan sebagai tersangka yakni berinisial CSM (35), MA (50), dan FA (28), CSM (35). Mereka berperan sebagai mucikari (germo), sedangkan pelaku lainnya pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Untuk profesi dari masing-masing pelaku prostitusi online itu sebahagian besar mereka sebagai wiraswasta, satu orang sebagai ibu rumah tangga (IRT),” ujar Ari Lasta Irawan yang juga didampingi Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwua dan Kabag Ops Kompol Ahzan, kepada wartawan di Mapolres setempat, Selasa 27 Maret 2018.

Kapolres menambahkan, sementara tarif Pekerja Seks Komersial (PSK) tersebut berkisar Rp. 300 ribu hingga Rp. 500 ribu sekali kencan, dan tergantung negosiasinya.

Adapun barang bukti yang diamankan berupa uang tunai senilai Rp. 300 ribu, satu lember baju kaos abu-abu, satu helai celana kain panjang warna coklat, satu helai celana jeans warna merah jambu, celana dalam, kondom dan 7 (tujuh) unit handphone.

Penulis: Muhammad Fazil

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful