Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Delegasi Dari Sejumlah Negara Kunjungi KKR Aceh

Delegasi Dari Sejumlah Negara Kunjungi KKR Aceh

LINTAS NASIONAL – BANDA ACEH, Transitional Jusice Asia Network (TJAN) mengunjungi kantor Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh di Kuta Alam, Banda Aceh, pada Rabu 28 Maret 2018.

Para delegasi yang hadir antara lain berasal dari Nepal, Bangkok, Kamboja, Timor Leste, Thailand, Myanmar Yugoslavia, dan beberapa negara lain.

Kunjungan tersebut disambut langsung oleh para komisioner KKR Aceh, Ketua KKR Aceh Afridal Darmi dalam sambutannya menceritakan sejumlah proses yang sudah dilakukan KKR Aceh guna melakukan pengungkapan kebenaran di Aceh.

Katanya, salah satu proses penting yang sudah dilakukan adalah aktivitas pengambilan pernyataan dari korban konflik di enam wilayah: Pidie, Bener Meriah, Aceh Selatan, dan Aceh Besar, Banda Aceh, dan Aceh Utara-Lhokseumawe. Kegiatan pengambilan pernyataan ini dilakukan oleh anggota-anggota kelompok kerja (pokja) KKR Aceh bersama sejumlah lembaga mitra, seperti Kontras dan LBH.

“Selain sejumlah capaian yang sudah diraih, tentu saja ada tantangan-tantangan atau hambatan-hambatan yang kami hadapi. Salah satunya adalah dukungan yang belum sepenuhnya diberikan oleh Pemerintah Aceh, terkhusus dalam hal penganggaran. Sementara di lapangan, anggota-anggota pokja yang ditugaskan mengambil pernyataan pun menghadapi kerja-kerja berat yang patut diapresiasi,” jelas Afridal Darmi.

Sementara sebagai upaya penguatan, Ketua Bidang Pengungkapan Kebenaran KKR Aceh Evi Narti Zain mengatakan, semua komisioner KKR Aceh selama ini sudah aktif berkomunikasi dengan para pemangku kepentingan hingga ke tingkat pusat.

“KKR tidak hanya melakukan sosialisasi kepada korban, tetapi juga kepada pemangku kepentingan, termasuk mantan kombatan GAM maupun pihak TNI dan kepolisian,” ujarnya.
Perwakilan TJAN, Indriani, mengungkapkan bahwa kunjungan ke KKR Aceh adalah sebuah kesempatan yang cukup berharga. Tujuan kunjungan ini untuk melihat langsung apa-apa saja yang sudah dilakukan KKR Aceh di wilayah kerjanya.

“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi ajang saling belajar antar-KKR dari berbagai negara, sehingga nantinya bisa terwujud aksi saling dukung dalam kegiatan pengungkapan kebenaran,” kata Indriani.

Dalam pertemuan tersebut juga dihadirkan NJ, seorang korban konflik dari Aceh Besar, untuk memberikan kesaksian mengenai peristiwa yang menimpanya di hadapan para delegasi. NJ adalah seorang ibu yang anaknya tewas pada tahun 2003.

“Konflik beda sama tsunami, pak. Kalau konflik yang melakukan manusia. Kalau tsunami, kan, musibah alam. Saya sudah rela kehilangan anggota keluarga akibat tsunami. Tapi kalau anak saya yang dibunuh saat konflik, berat rasanya. Tapi saya tidak dendam. Kalau ada yang datang minta maaf, pasti saya maafkan. Apalagi dengan adanya KKR Aceh sudah ada tempat saya mencurahkan isi hati,” ucap NJ dengan terisak-isak. (Red)

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful