Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Perilaku Agresi Dalam Pandangan Islam

Perilaku Agresi Dalam Pandangan Islam

Oleh: Miftahul Jannah

Perlu kita ketahui bahwa kekerasan dimluai sejak kemanusiaan berawal yaitu sejak zaman Nabi Adam, kasus pembunuhan Habil oleh Qabil.

Islam selaku agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam tidak mendasarkan ajarnnya pada kekerasan maupun kekasaran. Islam juga tidak menghendaki adanya kekerasan dalam mencapai suatu tujuan, sebaliknya agama isllam mendorong umatnya untuk berlaku lemah lembut dan penuh kasih sayang.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Agresi suatu perilaku yang cenderung (ingin) menyerang kepada sesuatu yang dipandang sebagai hal yang mengecewakan, menghalangi atau menghambat. Menurut (Myers, 2008) agresi juga didefinisikan sebagai perilaku fisik maupun lisan yang disengaja dengan maksud untuk menyakiti dan merugikan orang lain. Para psikolog mengartikan agresi (aggression) sebagai perilaku yang bermaksud untuk menyakiti. Beberapa survei membuktikan bahwa pria mengakui lebih agresif dibandingkan wanita. Pada eksperimen laboratorium, pria benar-benar menunjukkan lebih banyak agresi fisik.

Surat al-Imron ayat 110 menjelaskan tentang umat yang baik adalah yang melakukan perbuatan yang diperintahkan agama dan menghindari perbuatan yang dilarang, islam melarang perilaku agresi yang secara riil keberadaannya tidak diperbolehkan agama.

Berdasarkan beberapa ayat al-Qur’an di atas dapat disimpulkan bahwa islam melarang perilaku agresi dalam bentuk apapun. Hal ini dikarenakan perilaku agresi dapat merugikan orang lain dan sering kali membuat orang lain sakit hati. Individu yang melakukan perilaku-3perilaku agresi termasuk dalam golongan orang-orang dzalim.

Perilaku agresif merupakan masalah utama dalam masyarakat manusia. Kejahatan individual dan kekerasan sosial dalam skala besar sangat merugikan dan membahayakan kesejahteraan individual maupun struktur sosial secara umum.

Pada surat Al-Hujarat ayat 11 menjelaskan tentang perilaku agresi yang dilakukan oleh individu untuk melukai atau pun menyakiti orang lain dengan merendahkan martabatnya didepan umum. Islam melarang orang yang beriman untuk melakukan perilaku agresi baik berupa ejekan atau celaan dalam bentuk apapun, karena individu yang melakukan perilaku agresi adalah individu yang tidak dapat mengontrol emosinya dengan baik.

Menurut Myers (2008) ada beberapa pendekatan yang membahas mengenai terjadinya agresivitas yang terjadi pada individu:

Agresi akibat faktor biologis
Freud (dalam Myers, 2008) menjelaskan bahwa perilaku agresi tidak dipelajari tetapi merupakan insting/naluri individu. (Myers, 2008) perilaku agresi individu juga dapat dipengaruh oleh bahan kimia seperti alkohol dan obat-obatan terlarang (Myers, 2008).

Frustasi – Agresi Teori

Teori frustasi – agresi (dalam Myers, 2008) menjelaskan bahwa perilaku agresi yang terjadi merupakan reaksi dari frustasi yang dialami individu. Leonard Berkowitz (dalam Myers, 2008) menemukan hubungan antara frustasi dengan agresi, dimana frustasi menghasilkan amarah yang merupakan emosi yang mengarah pada agresi. Selain itu, frustasi yang mengakibatkan agresi sering terjadi akibat perbandingan yang dilakukan seseorang terhadap orang lain. Hal tersebut dapat meningkatkan frustasi seseorang untuk menjadi lebih baik dibandingkan orang lain sehingga memicu tindakan agresi (Myers, 2008).

Social Learning Theory
Teori pembelajaran sosial merupakan teori yang menjelaskan bahwa perilaku agresi merupakan pembelajaran dari observasi, meniru dan dengan pemberian penghargaan atau hukuman (Myers, 2008).

Menurut Patterson & others (dalam Myers, 2008) seseorang yang berhasil melakukan perilaku agresi kepada orang lain akan meningkatkan perilaku agresi nya. Selain itu, (Myers, 2008) mengemukakan bahwa kita belajar melakukan agresi tidak hanya dari merasakan tetapi dengan melakukan observasi (Myers, 2008).

Surat Al-Hajj ayat 72 menjelaskan tentang adanya keinginan untuk melukai orang lain seperti pertentangan yang sengaja dibuat sebagai serangan atau pun tidak mengakui sebuah kebenaran yang telah diajarkan oleh agama. Perasaan agresif adalah keadaan internal yang tidak dapat diamati secara langsung.

Kita semua pernah marah, dangdut​ sebenarnya setiap orang pada suatu saat pernah ingin melukai orang lain. Memang banyak orang mengatakan bahwa merasa sedikit marah atau cukup marah beberapa kali dalam sehari atau beberapa kali dalam seminggu.

Penulis merupakan Mahasiswi Prodi Psikologi Asal Keutapang  Bambong

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful