Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Aneh, Komisi A DPRK Lhokseumawe Panggil P2K Terkait Hasil Pilchiksung Gampong Pusong Baru

Aneh, Komisi A DPRK Lhokseumawe Panggil P2K Terkait Hasil Pilchiksung Gampong Pusong Baru

LINTAS NASIONAL – LHOKSEUMAWE, Tiga kandidat Keuchik yang kalah dalam Pemilihan Keuchik Gampong Pusong Baru Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe menggugat Panitia Pemilihan Keuchik (P2K) ke kantor Camat bahkan sampai ke komisi A DPRK Lhokseumawe.

Ketiga Kandidat tersebut meminta dilakukan pemilihan ulang dan tidak menerima kekalahan.

Sementara itu Ketua P2K Pusong Baru Sulaiman, saat dihubungi wartawan pada Selasa 3 April 2018 menyampaikan tidak ada permasalahan apapun saat melakukan tahapan pemilihan hingga selesai serta sudah sesuai Qanun Aceh Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Tatacara Pemilihan  dan pemberhentian Keuchik di Aceh.

“Semua tahapan sampai penghitungan suara berjalan lancar dan saksi semua kandidat telah menandatangani rekapitulasi suara,” sebutnya

Lanjutnya ada sedikit protes dari masing-masing timses saat pemilihan berlangsung, yaitu terkait 2 lembar surat undangan yang beredar kepada masyarakat yang bukan warga setempat, tapi mereka tidak sempat mencoblos.

“Itu diluar pengetahuan P2K, saat itu Lansung kita amankan dan kondisi kembali normal sehingga pencoblosan dilaksanakan sampai setelah penetapan pemenang,” jelas Sulaiman

Namun, katanya, beberapa hari kemudian Ketiga kandidat tersebut melakukan protes ke Tuha Peut dan kantor Kecamatan, mereka meminta pemilihan ulang dan meminta kandidat yang menang di didiskualifikasi.

“Semua tahapan pelaksanaan Pilchiksung di Gampong Pusong Baru ini telah sesuai aturan dan prosedur pemilihan, prosesnya pun diawasi semua pihak. Baik Empat kandidat, pihak kecamatan, mukim, aparat TNI/Polri, saksi, maupun saksi lain dari pihak warga,” jelasnya.,” lanjut Sulaiman

Sementara itu kata Sulaiman, berkas hasil Pilchiksung sudah diserahkan ke Kantor Camat, dan menurut informasi yang diterima P2K hasilnya sudah diserahkan ke kantor Walikota.

“Kami saat ini sedang menunggu SK penetapan Keuchik terpilih dari Walikota karena tidak ada permasalahan lagi,” katanya

Terkait dengan permasalahan tersebut Komisi A DPRK Kota Lhokseumawe memanggil sejumlah pihak yang terlibat dalam Pilchiksung tersebut diantaranya Pj. Keuchik, Tuha Peut, P2K dan ketiga kandidat Keuchik yang kalah.

Surat pemanggilan yang bertanggal 3 April 2018 ditandatangani oleh Ketua Komisi A Faisal Rasyidis yaitu menindaklanjuti dari laporan ketiga calon Keuchik yang tidak menerima kekalahan, mereka menganggap P2K melakukan kecurangan.

“Ya, kami sudah menerima surat tersebut, namun kami menilai surat itu aneh, tidak ada Stempel resmi lembaga dan bukan kewenangan DPRK,” ujar Sulaiman

Menurut Sulaiman Perselisihan tersebut dilakukan oleh Tuha Peut, Kecamatan dan Walikota daerah setempatlah yang diberikan kewenangan oleh UU Desa untuk menyelesaikan perselisihan hasil pemilihan kepala desa.

Hasil penelusuran media di Www.Hukumonline, Dasar hukum lain yang lebih khusus mengatur tentang perselisihan mengenai hasil pemilihan kepala desa adalah Pasal 41 ayat (7) PP 47/2015 yang berbunyi:

Dalam hal terjadi perselisihan hasil pemilihan kepala desa, bupati/walikota wajib menyelesaikan perselisihan dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari.

Seperti diketahui Pilchiksung Pusong Baru dilaksanakan pada 25 Maret 2018 dan diikuti oleh Empat kandidat yaitu Hamdan Hamzah dengan 549 suara, Rusli Nurdin 469 Suara, Razali AK 143 Suara Dan T. Reza Saputra 454 Suara.

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful