Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Dituding Telantarkan Lahan HGU, Begini Penjelasan PT Cemerlang Abadi

Dituding Telantarkan Lahan HGU, Begini Penjelasan PT Cemerlang Abadi

LINTASNASIONAL.COM, BANDA ACEH | PT Cemerlang Abadi (PT CA) membantah tudingan yang menyebutkan pihaknya telah menelentarkan lahan Hak Guna Usaha (HGU) di Kecamatan Babahrot sehingga berimplikasi tidak mendapat rekomendasi perpanjangan HGU dari Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Bantahan tersebut disampaikan Asisten Direktur PT CA Sutrisno dalam Konferensi Pers yang berlangsung di Banda Aceh, Selasa 03 April 2018. Turut hadir dalam kesempatan ini Direktur PT CA Fery, Koordinator Lapangan Marhelis, dan Direktur YARA Safaruddini yang mewakili organisasi bantuan hukum.

“Setiap investor atau pengusaha pasti datang dengan mengharapkan keuntungan. Gak mungkin seorang investor bekerja untuk kerugian setelah mengeluarkan uang puluhun miliar,” tegas Sutrisno membantah tudingan yang menyebut telah menelantarkan lahan HGU.

Sutrisno menjelaskan, terkait adanya sebahagian lahan yang tidak produktif bukan karena ditelantarkan, melainkan faktor alam seperti banjir dan kebakaran. Kemudian juga karena faktor konflik berkepanjangan yang membuat perawatan tidak maksimal sehingga terbengkalai menjadi semak belukar.

Namun demikian, ia mengatakan saat ini PT CA sedang melakukan replanting (peremajaan) bibit kelapa sawit seluas 3 haktare atau sekitar 110 ribu batang bibit kelapa sawit. Ia menyebut PT CA akan melakukan penanaman kembali kelapa sawit di area HGU dalam waktu dekat ini karena sudah termakan usia. Disebunya, penanaman kelapa sawit terakhir kalinya dilakukan antara tahun 1990 sampai dengan 1997.

“Terkait tudingan telah menelantarkan lahan HGU tidak benar. Cuma perawatan yang tidak maksimal akibat konflik, banjir dan kebakaran, sehingga bibit sawit tidak tumbuh dengan sempurna. Dan saat ini, PT CA sedang melakukan penanaman kembali bibit kelapa sawit,” terangnya.

Dalam hal ini, Sutrisno mengharapkan agar Pemerintah Abdya mau mengeluarkan rekomendasi untuk perpanjangan izin HGU, karena menurutnya, PT CA telah mengikuti semua prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku. Ia juga menyebut pihaknya telah mengajukan klarifikasi terkait hal tersebut namun belum ada respon dari pemerintah daerah setempat.

Koordinator Lapangan, Marhelis menambahkan, selama ini pihaknya senantiasa mengikuti prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku dengan mengeluarkan pajak secara rutin. Selain itu pihaknya juga rutin melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Selain kewajiban membayar pajak, PT CA juga rutin mengeluarkan dana CSR tiap tahunnya yang mencapai Rp190 juta sampai Rp200 juta untuk kegiatan sosial, keagamaan dan pendidikan. Kita juga membayar gaji ratusan karyawan sesuai UMP,” pungkasnya.

Sementara Direktur YARA Safaruddin menyayangkan sikap Pemerintah Abdya yang tidak responsif terhadap investor. Menurutnya hal ini akan berpengaruh pada iklim investasi dan rasa kepercayaan investor dalam berinvestasi di Aceh.

“Ini bertolak belakang dengan niat Gubernur Aceh yang giat meyakinkan investor untuk berinvestasi di Aceh, jika banyak investasi maka rakyat pun sejahtera. Namun apa di kata, Bupati Abdya bukan mempertahankan investasi yang sudah ada, justru menjadi momok bagi investor yang sudah menanamkan investasinya di Aceh,” sebutnya.

[MK]

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful