Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Soal Tim SSB yang Berlaga di Piala Danone Regional Aceh, Ini Kata Kadispora Lhokseumawe

Soal Tim SSB yang Berlaga di Piala Danone Regional Aceh, Ini Kata Kadispora Lhokseumawe

 

Kadispora Lhokseumawe, Zulkifli foto bersama Tim SSB Camar Laut Lhokseumawe. IST

LINTASNASIONAL.COM, LHOKSEUMAWE- Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Lhokseumawe, mengklarifikasi mengenai pemberitaan yang dituding bahwa Dispora setempat tidak memberikan perhatian khusus terhadap ketiga Tim SSB asal Kota Lhokseumawe yang berlaga di Piala Sepak Bola Danone Regional Aceh, yang digelar di Stadion Lhoong Raya, Banda Aceh, Jumat 7 April 2018 lalu.

Ketiga tim itu diantaranya SSB Camar Laut, Posilla dan Bink Vo.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Lhokseumawe, Zulkifli, S.Pd, M. Pd, yang didampingi Akmal Fajri, S.Pd selaku Kabid Olahraga Dispora Lhokseumawe, mengatakan, pergelaran kegiatan olahraga itu merupakan bukan dibawah Dispora, pihak yang menyelenggarakan adalah Danone Regional Aceh, artinya bukan serangkaian acara yang bertanggungjawab dari pihak Dispora.

“Itu diluar kegiatan kita, bahkan Dispora Lhokseumawe tidak pernah menerima selembaran surat pun perihal siapa saja yang mengutuskan untuk berlaga di Piala Danone Regional Aceh tersebut, seandainya kita ada mengeluarkan surat serta menandatangani terhadap klub SSB Camar Laut, Posilla dan Bink Vo untuk berlaga di Piala Danone, itu jelas dan boleh dituntut apabila kita tidak memberikan pelayanan sebagaimana yang dimaksudkan, akan tetapi ironisnya hal itu tidak dilakukan oleh pihak bersangkutan, maka saya tidak tahu ada perwakilan dari Kota Lhokseumawe yang berlaga di sana (Banda Aceh),” kata Kadispora Zulkifli kepada Lintasnasional.com, saat ditemui di kantor kerjanya, Selasa 10 April 2018.

Ditambahkan, semestinya dari pihak panitia pelaksana pun mengkonfirmasi atau mengeluarkan semacam surat kepada Dispora, berkenaan ada tiga tim yang akan mewakili Lhokseumawe pada Piala Danone, itu tidak dilakukan. Sehingga pada akhirnya per klub dimintai uang secara tiba-tiba.

Lanjutnya Zulkifli, ketiga Tim SSB tersebut bukan pihak Dispora yang melepaskan saat keberangkatan. Jika memang mereka (Manager Tim) ingin diberikan perhatian sepenuhnya dari Dispora, maka seharusnya sejak 2017 lalu mengusulkan program atau mengajukan permohonan menyangkut diadakan Piala Danone.

“Apabila itu dilakukan, maka baru dituangkan dalam Rencana Kerja Anggaran (RKA) dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dispora, karena setiap program ada mekanismenya dan melalui tahapan proses. Ini secara tiba-tiba mereka meminta bantuan dana, saya kira itu aneh,” ungkap Kadispora Lhokseumawe Zulkifli.

Menurut Zulkifli, bahkan secara prosedur dalam DPA pun tidak bisa dituangkan Danone, karena itu diluar kegiatan resmi dari Dispora. Namun bisa dibantu dengan mekanisme lain, pada intinya harus ada pengajuan program dari sebelumnya.

“Karena Danone tersebut bukan dibawah naungan Dispora. Jadi kita sangat kecewa bahwa ada pihak yang menuding Dispora Lhokseumawe tidak memberikan perhatian sama sekali kepada Tim SSB, seharusnya tidak perlu dibesar-besarkan bila belum mengetahui pokok permasalahannya,” ujarnya.

Lebih lanjut Zulkifli menegaskan, karena selama ini pihaknya sangat memperhatikan terhadap para atlet khususnya di Lhokseumawe, memang itu tugas Dispora. Perihal kegiatan Danone bahwa ada klub yang berlaga mewakili Kota Lhokseumawe, bahkan Dispora sebelumnya tidak mengetahui mengenai hal tersebut.

“Tidak diberitahukan bagaimana kita tahu? saat itu pun saya berangkat ke Banda Aceh ada kegiatan pribadi (diluar dinas), mendapat kabar bahwa ada Tim SSB yang mewakili Lhokseumawe untuk berlaga, maka saya pun langsung menuju ke lokasi (stadion) guna mensupport mereka serta menyerahkan sejumlah uang tunai, selain itu juga sempat makan bersama Tim SSB, Manager SSB Bink Vo dan lainnya,” katanya.

Zulkifli menambahkan, tetapi saat itu dirinya tidak mendapat kritikan secara langsung dari pihak yang bersangkutan (Manager), kenapa dengan tiba-tiba sudah muncul pernyataannya dalam berita yang menyudutkan Pemerintah Kota Lhokseumawe dan Dispora.

“Kita tidak tahu apakah ada pihak lain yang memanfaatkan situasi tersebut atau tidak,” ungkap Zulkifli lagi.

Sementara itu, Kepala Bidang Olahraga, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Lhokseumawe, Akmal Fajri, S.Pd, menambahkan, mengenai hal tersebut, pada dasarnya memang pihak Danone ada mengkonfirmasi secara lisan kepada Dispora Lhokseumawe. Oleh karena itu, pihaknya ingin menjelaskan mengapa Dispora tidak melaksanakan kegiatan olahraga pada Piala
Danone, walaupun anggarannya ada tapi bukan atas nama program kegiatan Danone.

“Akan tetapi programnya adalah Pemassalan Olahraga Usia Dini. Pada tahun 2018 ada tiga organisasi olahraga usia dini yang telah mengkonfirmasi kepada pihak Dispora Lhokseumawe diantaranya BLISPI, FOSSBI dan ASSA. Kita menampung ketiganya yang dirangkai dalam satu kegiatan. Untuk tahun ini kita tidak ada pegangan dari Asosiasi Sekolah Sepakbola Aceh (ASSA) Provinsi Aceh untuk Dispora Lhokseumawe sebagai pelaksana kegiatan,” ujar Akmal Fajri.

Maka pihak Dispora bukan tidak membantu sepenuhnya terhadap Tim SSB, tetapi tidak dilakukan sesuai dengan prosedur oleh tim manager. Sedangkan pendanaan di Dispora pada triwulan II atau April 2018 baru bisa dilakukan pelaksanaan kegiatan.

“Secara resmi kita tidak memiliki pedoman untuk pelaksanaan kegiatan olahraga pada Danone tersebut, artinya kita bukan tidak membantu, itu dikarenakan bukan kegiatan resmi dari Dispora. Namun secara pribadi dari pihak Dispora dan Pemerintah Kota Lhokseumawe bahkan sudah membantu mereka (Tim SSB),” ungkap Akmal.

Penulis: Muhammad Fazil

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful