Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Warga Serahkan Satwa Langka ke BKSDA Aceh Utara

Warga Serahkan Satwa Langka ke BKSDA Aceh Utara

 

Satwa langka burung Kangkareng diserahkan warga kepada BKSDA Aceh Utara.

LINTASNASIONAL.COM, ACEH UTARA- Dua ekor burung kangkareng perut putih (rangkong) diserahkan salah seorang warga Desa Cot Kupok, Kecamatan Baktiya Barat, Kabupaten Aceh Utara, kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Utara, Sabtu 14 April 2018 lalu.

Satwa langka itu merupakan dilindungi Undang-Undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Ekosistemnya. Oleh sebab itu warga diminta secara sadar menyerahkan satwa langka.

Kepala Resort Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Utara, Muhammad Hasan, mengatakan, satwa langka itu diserahkan oleh masyarakat kepada KSDA pada Sabtu 14 April 2018 yang ditemukan di perkebunan warga pedalaman Aceh Utara. Kedua burung rangkong itu terperangkap dalam jaring ditengah hutan, dan ada warga yang melihatnya sehingga mengamankan satwa tersebut.

“Ini merupakan pertanda adanya kesadaran masyarakat terhadap satwa yang dilindungi Undang-Undang. Artinya burung ini bukan kita sita, memang inisiatif dari masyarakat tersebut,” kata Muhammad Hasan kepada wartawan, Senin 16 April 2018.

Menurutnya, ini merupakan baru pertama kali yang diserahkan warga terhadap satwa langka kepada KSDA Aceh Utara, tentunya diharapkan kedepan apabila masyarakat kembali menemukan satwa serupa maka segera dikoordinasikan dengan pihak terkait.

Lanjut Hasan, sedangkan kedua burung rangkong tersebut dilepasliarkan di hutan seputaran pegunungan Kabupaten Aceh Utara.

“Karena kesehatan burung itu masih dalam keadaan sehat, apabila kondisi kesehatannya tidak memungkinkan untuk dilepaskan maka hal itu tidak dilakukan terlebih dulu, perlu dirawat sampai kesehatannya kembali normal,” ujarnya yang didamping Staf KSDA M. Yusuf.

Hasan menambahkan, BKSDA sendiri terus melakukan upaya persuasif kepada warga yang memiliki satwa dilindungi. Termasuk melakukan pantauan di sejumlah pasar satwa.

Sementara itu, Staf Resort BKSDA Aceh Utara, Bidang Pemanfaatan, Nurdin manambahkan, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi berkenaan satwa-satwa yang dilindungi Undang-Undang kepada masyarakat.

Namun, sejauh ini pihaknya melihat bahwa masyarakat saat ini sudah mulai memahami satwa mana saja yang termasuk dilindungi, sehingga tingkat kesadaran masyarakat sudah mulai bagus.

Selain itu, KSDA juga mensosialisasikan kepada para penjual burung bahwa hewan (satwa) yang dilindungi agar tidak diperjualbelikan.

Penulis: Muhammad Fazil

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful