Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Tenaga Kesehatan Daerah Terpencil Aceh Perjuangkan Persamaan Hak

Tenaga Kesehatan Daerah Terpencil Aceh Perjuangkan Persamaan Hak

LINTAS NASIONAL – ACEH BESAR, Sejumlah tenaga kesehatan dari profesi Perawat, analis kesehatan, analis farmasi, kesehatan lingkungan, perawat gigi, nutrisionis, tenaga bidan dan tenaga radiologi yang sejak tahun 2011-2014 menjadi tenaga kesehatan Penugasan Khusus Daerah Terpencil Perbatasan dan Kepulauan dan Daerah Bermasalah Kesehatan (DTPK & DBK) Kemenkes RI, yang ditempatkan di kabupaten/ Kota dalam Provinsi Aceh menuntut persamaan hak dengan profesi dokter PTT dan bidan PTT yang sudah diangkat menjadi PNS Kemenkes RI pasca kontrak kerja berakhir pada 2014 lalu.

Sementara para tenaga kesehatan yang bukan dari profesi dokter dan bidan kembali menjadi tenaga Bhakti di puskesmas penempatan, padahal SK yang mereka pegang sama.

Ketua Forum penugasan khusus DTPK Aceh, Rendi Mirza, A.Md.Kep mengungkapkan terjadi diskriminasi dalam pengangkatan sebagian tenaga kesehatan DTPK menjadi PNS, dimana profesi dokter dan bidan lebih di utamakan, sementara profesi tenaga kesehatan lainnya yang dahulu sama-sama menjalankan amanah penugasan khusus ini, kembali menjadi tenaga Bhakti di puskesmas penempatan.

Hal tersebut diungkapkan Rendi setelah Rakerwil DTPK Aceh yang dilaksanakannya di Aceh Besar 22 April 2018. Rendi menambahkan hasil rekomendasi RAKERWIL hari ini menuntut persamaan hak antara tenaga penugasan khusus DTPK & DBK dengan dokter dan bidan PTT yang telah diangkat oleh Pemerintah menjadi PNS/ASN.

“Kami berharap pemerintah dapat berlaku adil terhadap seluruh tenaga kesehatan DTPK Aceh dalam pengangkatan sebagai PNS tanpa diskriminasi profesi” tambah Rendi Ketua Forum Pensus DTPK Aceh.

Tenaga kesehatan DTPK dan DBK Aceh direkrut oleh Kemenkes RI tahun 2011 berjumlah 170 orang dari berbagai profesi kesehatan yang cukup mumpuni dibidangnya untuk penempatan tersebar di 11 Kabupaten/ Kota dalam provinsi Aceh dengan kategori terpencil perbatasan, kepulauan dan daerah bermasalah kesehatan dengan tujuan dapat memaksimalkan pelayanan kesehatan diwilayah tersebut

Setelah kontrak berakhir pada akhir tahun 2014 lalu, semua tenaga kesehatan tersebut diseluruh Indonesia dikembalikan ke daerah masing-masing, namun pada saat itu hampir seluruh tenaga kesehatan tetap bertahan pada puskesmas tempat mereka bertugas dengan posisi kembali menjadi tenaga sukarela.

Diawal tahun 2018 terbentuk forum DTPK & DBK seluruh Indonesia yang bertujuan memperjuangkan persamaan hak dengan tenaga medis dokter dan bidan PTT, mengingat tenaga kesehatan tersebut sangat dibutuhkan disetiap puskesmas daerah terpencil dan bermasalah kesehatan. (Red)

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful