Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Otto Syamsyuddin Ishak: UUPA Adalah Konstitusi Aceh

Otto Syamsyuddin Ishak: UUPA Adalah Konstitusi Aceh

LINTAS NASIONAL, BIREUEN – Dosen Sosioligi Unsyiah Otto Syamsyuddin Ishak mengatakan bahwa Undang-undang pemerintahan Aceh (UUPA) adalah konstitusi Aceh yang memberikan kewenangan lebih untuk Aceh dalam mengatur diri sendiri.

Pernyataan tersebut terungkap dalam Fokus Group Discusion (FGD) yang digelar di Decontana Cafee pada Jum’at 27 April 2018.

“Masalah UUPA bukan lagi pada distribusi kewenangan antara Jakarta dengan Aceh, namun kuncinya ada pada pembagian kewenangan antara Provinsi dengan Kabupaten dan kota di Aceh,” papar Otto Syamsyuddin Ishak yang juga dikenal sebagai salah satu senior Aktivis Aceh.

Beberapa persoalan selama muncul akibat pembagian kewenangan tersebut, salah satunya ditariknya kewenangan pengelolaan sekolah menengah ke atas oleh provinsi atas perintah pusat, padahal UUPA seharusnya mengatur hal tesebut.

“Selain itu wilayah mukim yang menjadi salah satu kearifan lokal di Aceh yang diatur disebutkan dalam UUPA namun secara implementasi kewenangannya tidak jelas, selain itu dalam pengangaran mukim juga tidak diberikan malah lebih jelas fungsi camat daripada Mukim,” lanjut Otto Syamsyuddin Ishak.

Dalam FGD tersebut juga muncul argumentasi bagaimana kedepan UUPA bukan hanya berbicara tentang kedaulatan Aceh semata, namun juga berbicara berbagai persoalan lain di Aceh.

FGD trsebut diikuti oleh Dosen Sosiologi Unsyiah Otto Syamsyuddin Ishak, Pendiri ACSTF Juanda Jamal, Mantan Bupati Bireuen Nurdin Abdurrahman, Anggota DPRK Bireuen Mukhlis Rama, Aktivis Bireuen Marbawi, Murni M. Nasir, Rima Syahputra dan Nurmalis. (Zoel SoPAN)

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful