Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Dinsos Aceh Gelar Rapat Koordinasi Kampung Siaga Bencana

Dinsos Aceh Gelar Rapat Koordinasi Kampung Siaga Bencana

Kadis Sosial Aceh, Alhudri saat memberi sambutan pada Rakor KSB di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, Kamis 10 Mei 2018.

LINTASNASIONAL.COM, BANDA ACEH – Dinas Sosial Provinsi Aceh melaksanakan rapat koordinasi (Rakor) Kampung Siaga Bencana (KSB) yang berlangsung selama dua hari, yaitu 10 – 11 Mei 2018 di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh. Rakor ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Sosial Aceh Alhudri, Kamis 10 Mei 2018.

KSB merupakan pendekatan penanggulangan bencana berbasis masyarakat yang dibentuk pemerintah untuk merubah pola pikir dan tindakan masyarakat dalam penanggulan bencana melalui upaya mempersiapkan masyarakat agar lebih mampu mengelola kerentanan, ancaman dan resiko bencana di setiap daerah.

Rakor KSB ini diikuti oleh 120 peserta yang terdiri dari kepala bidang perlindungan dan jaminan sosial (Linjamsos), Koordinator Tagana, Ketua KSB kabupaten/kota se Aceh, Bappeda kabupaten/kota, para Camat yang ada KSB, BPBA, PMI, SAR dan Forum PRB Aceh. Hadir juga dalam Rakor tersebut Direktur Perlindungan Sosial dan Korban Bencana Alam (PSKBA) Kementrian Sosial RI, Margowiyono.

Yayan Rahmat selaku Katua Panitia KSB yang juga Kepala Seksi (Kasi) Perlindungan Sosial dan Korban Bencana Alam (PSKBA) Dinas Sosial Aceh  mengatakan, rapat koordinasi KSB tersebut bertujuan untuk mengembangkan kapasitas masyarakat dalam penanggulangan bencana, baik saat pra bencana, tanggap darurat dan pasca bencana dengan cara mengoptimalkan koordinasi dan sinergitas pemerintah, lembaga penanggulangan bencana, masyarakat dan intitusi terkait lainnya.

“Rakor ini diharapkan juga dapat menjadi sarana informasi dan silaturahmi tentang program KSB yang difasilitasi Kementerian Sosial RI dan Dinas Sosial Aceh kepada pihak-pihak pemangku kebijakan di wilayahnya masing-masing, khususnya daerah rawan bencana,” ujarnya.

Rahmat juga berharap KSB ini dapat menjadi komunitas siaga bencana yang berkelanjutan di masyarakat. Katanya, di Aceh saat ini ada 24 KSB yang telah terbentuk di kabupaten/kota se Aceh, sementara yang belum terbentuk yaitu Banda Aceh, Aceh Tenggara dan Aceh Timur.

“Satu tim KSB berjumlah 60 orang, kalau 24 KSB maka ada 1.440 orang yang ada dalam tim KSB yang merupakan potensi masyarakat untuk menjadi agen perubahan di lapangan sebagai masyarakat siaga bencana dalam rangka pengurangan resiko bencana berbasis komunitas,” ungkap Yayan Rahmat.

Kepala Dinas Sosial Aceh Alhudri dalam sambutannya mengatakan, bencana rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan masyarakat yang disebabkan oleh faktor alam, non alam maupun faktor kelalaian manusia itu sendiri, sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis lainnya.

“Bencana tidak dapat kita hindari namun resikonya yang dapat kita kurangi. Salah satu kegiatan untuk mengurangi dampak dari resiko bencana adalah membentuk kampung siaga bencana pada daerah rawan bencana,” ujar Alhudri.

Menurutnya, dengan KSB, masyarakat akan dibekali ilmu pengetahuan, keterampilan dan teknik evakuasi dalam rangka perlindungan sosial terhadap korban bencana. Selain itu, wilayah KSB juga mempunyai satu peta kawasan untuk jalur evakuasi dan titik penyelamatan dari kawasan rawan bencana.

“Oleh karenanya sangat penting untuk kita mengadakan rapat koordinasi kampung siaga bencana ini. Antara lain untuk mengetahui permasalahan di lapangan dan kita sama-sama mencari solusi pemecahannya,” kata Alhudri.

Alhudri berharap, KSB yang sudah dibentuk dapat dirasakan oleh masyarakat setempat, dan tim KSB dapat menunjukkan kiprahnya pada saat penanggulangan bencana. “Untuk sisa kabupaten yang belum terbentuk KSB, insyaAllah tahun ini sebagian akan terealisasi, sesuai dengan anggaran yang tersedia,” imbuhnya.

Sementara Direktur PSKBA Kementrian Sosial RI, Margowiyono dalam kesempatan ini mengapresiasi pelaksanaan Rakor KSB. Dia berharap, KSB yang sudah terbentuk di hampir setiap kabupaten/kota di Aceh harus terus berkembang. Katanya, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial siap untuk membantu KSB yang belum terbentuk di beberapa kabupaten/kota.

“Tentunya kita berharap KSB ke depan harus lebih bagus meski nanti saya tidak lagi menjabat sebagai Direktur PSKBA,” pungkasnya. [MK]

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful