Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Pendaftaran Pelatihan Investigasi untuk Jurnalis dan Aktivis Diperpanjang

Pendaftaran Pelatihan Investigasi untuk Jurnalis dan Aktivis Diperpanjang

 

Ilustrasi Foto: Blog Didik Sudyana

LINTASNASIONAL.COM, LHOKSEUMAWE- Bina Rakyat Sejahtera (BYTRA) Lhokseumawe, memperpanjang masa pendaftaran kegiatan fellowship investigasi untuk jurnalis dan Aktivis CSO dalam rangka pengurangan deforestasi (penebangan hutan) yang meliputi kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Puesangan Bireun, Krueng Jambo Aye, Aceh Utara dan Krueng Aceh Tamiang.

Sebelumnya batas waktu yang ditentukan untuk pengiriman proposal peliputan yaitu hingga 20 Mei. Namun, kini pihaknya memperpanjang batas akhir sampai 27 Mei 2018 sekitar pukul 23.59 WIB.

Direktur Bina Rakyat Sejahtera (BYTRA) Lhokseumawe, Saifuddin Irhas, mengatakan, perpanjangan masa pendaftaran tersebut untuk memberikan kesempatan yang lebih luas kepada rekan-rekan jurnalis dan aktivis CSO.

“Karena pelatihan ini dipandang penting untuk kolaborasi dalam advokasi kedepan,” kata Saifuddin Irhas, Selasa, 22 Mei 2018.

Sebelumnya diberitakan, Resources Joint Solution (SRJS) bekerja sama dengan Bina Rakyat Sejahtera (BYTRA) Lhokseumawe, mengadakan kegiatan fellowship investigasi untuk jurnalis dan Aktivis CSO dalam rangka pengurangan deforestasi (penebangan hutan) yang meliputi kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Puesangan Bireun, Krueng Jambo Aye, Aceh Utara dan Krueng Aceh Tamiang.

Direktur Bina Rakyat Sejahtera (BYTRA) Lhokseumawe, Saifuddin Irhas mengatakan, tujuan membuka fellowship investigasi untuk Jurnalis dan Aktivis CSO untuk mengungkap praktek-praktek kejahatan lingkungan yang diduga telah memberikan dampak deforestasi dan degradasi hutan, lokasi lahan khususnya di wilayah PJT atau Puesangan, Krueng Jambo Aye dan Krueng Tamiang.

Oleh karenanya, peran media dan jurnalis sangat penting dalam mendukung terciptanya tata kelola lingkungan yang akuntabel, transparan dan berkelanjutan, supaya tata kelola lingkungan bisa lebih baik lagi untuk ke depan.

“Untuk tema investigasi dan peliputan fokusnya adalah tentang isu lingkungan hidup, dan kehutanan untuk pengurangan deforestasi khususnya di wilayah PJT,” ujar Saifuddin Irhas yang juga sebagai Dewan Daerah Walhi Aceh, Kamis 3 Mei 2018.

Menurut Saifuddin, ada beberapa tema fellowship investigasi yang bisa dipilih oleh calon peserta di antaranya akuntabilitas korporasi terhadap penyelenggaraan perizinan, perbaikan pembuatan kebijakan (aturan/regulasi, perizinan), penegakan hukum (industri ekstraktif, hutan dan kebun sawit), pengelolaan hutan berbasis masyarakat (Wilayah Kelola Masyarakat dan Perhutanan sosial yang di dalamnya salah satunya mencakup Hutan Adat), dan jaringan permodalan dan pemasaran produk kehutanan dan perkebunan kelapa sawit.

“Kita membuka kegiatan ini terbuka untuk jurnalis daerah dan aktivis CSO di Provinsi Aceh meliputi Kabupaten Bireuen, Kota Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, Langsa dan Aceh Tamiang. Nantinya akan diseleksi oleh panitia sebanyak 12 proposal peliputan, dengan rencana peliputan terbaik akan diundang mengikuti pelatihan,” ujarnya.

Saifuddin menambahkan, namun tiga peserta terpilih akan mendapatkan biaya liputan investigasi sebesar Rp10 juta, dan bimbingan lebih mendalam untuk melakukan peliputan tersebut. (Red)

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful