Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Yayasan Geutanyoe Buka Kelas Khusus PAUD Untuk Anak-anak Pengungsi Rohingya

Yayasan Geutanyoe Buka Kelas Khusus PAUD Untuk Anak-anak Pengungsi Rohingya

LINTAS NASIONAL, BIREUEN – Yayasan Geutanyoë bersama Lembaga PAUD Zamzam membuka kelas khusus PAUD Rohingya untuk 8 anak pengungsi di fasilitas penampungan sementara SKB Bireuen, selama Ramadhan terhitung sejak Senin 21 Mei 2018 .

Hal itu disampaikan Rima Shah Putra, Direktur Yayasan Geutanyoë dalam rilis yang diterima media hari ini.

Kegiatan belajar sekaligus bermain bersama anak-anak balita pengungsi ini mengambil tempat di salah satu ruang kelas dalam komplek SKB. “PAUD Rohingya ini rencananya dibuka dari jam 10.00 pagi hingga waktu Dzuhur, dengan jumlah pertemuan 3 x seminggu setiap Senin-Rabu-Jum’at,” ujar Rima.

Untuk kelancaran operasional serta mutu PAUD Rohingya itu sendiri, Yayasan Geutanyoë menggandeng lembaga PAUD Zamzam Bireuen yang menurunkan 4 tenaga pengajarnya serta seorang Magister Psikologi Pendidikan, Hera Yanti M.Psi. “Harapannya agar PAUD Rohingya yang dijalankan ini bisa setara dengan kegiatan PAUD pada umumnya,” tegas Rima.

Terkait proses PAUD Rohingya yang dijalankan, Hera Yanti menerangkan jika program pembelajaran untuk anak-anak Rohingya usia balita ini setiap harinya diawali oleh senam terlebih dahulu untuk membangkitkan semangat dan motorik anak, kemudian diikuti belajar bersalaman, budaya antri, bermain bola serta membuat origami dengan beragam bentuk. “Bentuk-bentuk kegiatan lain akan dibuat berdasarkan kemajuan dan kebutuhan anak yang berhasil di observasi dalam pertemuan selanjutnya,” ujar Hera menjelaskan.

Terkait kendala perbedaan bahasa, Hera menjelaskan para guru PAUD merasa banyak terbantu dengan adanya staff penterjemah yang disediakan UNHCR. “Terima kasih UNHCR yang telah meminjamkan jasa penterjemahnya, meski kami tahu kehadirannya sebenarnya bukan untuk PAUD, tapi untuk program interview UNHCR sendiri,” tegas Hera berterima kasih.

Kegiatan PAUD ini merupakan bagian dari Program Ramadan Kareem Yayasan Geutanyoë bersama pengungsi Rohingya yang diselamatkan nelayan Bireuen pada 20 April lalu. Selain kegiatan PAUD, Yayasan Geutanyoë juga menyediakan 100 paket berbuka puasa (minuman dan kue-kue) setiap hari selama Ramadhan untuk 79 orang pengungsi dan 21 orang relawan dari berbagai organisasi yang bekerja menangani pengungsi Rohingya di komplek SKB Bireuen. (Real)

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful