Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Desak DPRA Berhentikan Gubernur Aceh, YARA Dinilai Keliru Pahami Pasal 56 UUPA

Desak DPRA Berhentikan Gubernur Aceh, YARA Dinilai Keliru Pahami Pasal 56 UUPA

@Muksalmina Mta (Ist)

LINTAS NASIONAL – BANDA ACEH, Sikap YARA mendesak DPRA untuk memberhentikan Gubernur karena dianggap telah melanggar Pasal 56 ayat 4, terkait peresmian KIP Aceh yang dilakukan penundaan oleh Gubernur Aceh dianggap keliru memahami Pasal 56 UUPA.
YARA menilai Gubernur Aceh melakukan penundaan peresmian tersebut karena bertentangan dengan Pasal 58 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2016 tentang pemilihan umum dan pemilihan di Aceh.

Hal itu disampaikan oleh Pengamat Hukum dan Politik Aceh Muksalmina MTA pada Selasa 6 Juni 2018, bahwa pernyataan YARA tersebut hanya berdasarkan penggalan ayat dari Pasal 56 UUPA yaitu hanya merujuk kepada ayat (4) saja. Padahal, pada ayat (7) sangat jelas disebutkan bahwa ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pembentukan, mekanisme kerja, dan masa kerja tim independen sebagaimana dimaksud pada ayat (6) diatur dengan Qanun.

hal itu menindaklanjuti pasal 56 ayat (7) UUPA, maka kemudian lahirlah Qanun nomor 6 tahun 2016 tentang pemilihan umum dan pemilihan di Aceh.

“YARA yang sudah ahli dalam masalah aturan hukum ternyata masih juga keliru dalam memahami isi setiap pasal suatu ketentuan perundang-undangan. Jika dalam menelaah suatu aturan hukum dengan cara memenggal atau hanya mengutip satu ayat sajadalam satu pasal, maka hasilnya akan menyesatkan dan kesalahan fatal,” jelas Muksalmina

Ia mengharapkan semua unsur dan elemen masyarakat untuk memahami dengan teliti setiap kutipan yang akan kita jadikan sebagai referensi. Supaya tidak terjadi kesalahpahaman dikemudian hari. (Red)

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful