Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Pewaris Tahta Kerajaan Aceh Dimakamkan di Kompleks Sultan Iskandar Muda

Pewaris Tahta Kerajaan Aceh Dimakamkan di Kompleks Sultan Iskandar Muda

@kompas

LINTAS NASIONAL – BANDA ACEH, Yang Mulia Sultanah Teungku Putroe Safiatuddin Cahya Nur Alam binti Tuanku Raja Ibrahim bin Sultan Alauddin Muhammad Daud Syah, pewaris utama tahta Kesultanan Aceh, tutup usia di salah satu rumah sakit di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu 6 Juni 2018.

Sultanah Putroe meninggal dunia pada usia 86 tahun.

“Pagi sekitar pukul 05.30 Wita (meninggal) di salah satu rumah sakit di Mataram. Kabarnya sebelum meninggal, Selasa sore masuk ke rumah sakit karena gula tinggi,” kata Teuku Otman, salah satu anggota keluarga yang tinggal di Jakarta

Jenazah Sultanah Putroe Safiatuddin diberangkatkan dari Mataram, Lombok, sekitar pukul 14.00 WIB dan tiba di Banda Aceh pada Rabu malam.

Seluruh proses pemulangan dan pemakaman jenazah, lanjut Teuku Otman, ditangani oleh Pemerintah Provinsi Aceh.

Pada 5 November 2017, Sultanah Putroe Safiatuddin diundang ke Istana Negara Jakarta oleh Presiden RI Joko Widodo untuk menerima secara simbolis penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Laksamana Keumalahayati, nenek buyutnya.

Sultanah Putroe Safiatuddin adalah cucu dari Sultan Alauddin Muhammad Daud Syah, raja dari Kesultanan Aceh yang terakhir perang melawan Belanda.

Jenazah Yang Mulia Sultanah Teungku Putroe Safiatuddin Cahya Nur Alam binti Tuanku Raja Ibrahim bin Sultan Alauddin Muhammad Daud Syah, pewaris utama tahta Kesultanan Aceh, dimakamkan di kompleks makam Sultan Aceh Darussalam yang berada di samping Pendopo Gubernur Aceh di Banda Aceh, Rabu 6 Juni 2018 malam.

Sebelumnya, jenazah tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda Blang Bintang Aceh Besar sekitar pukul 21.00 WIB dan langsung dibawa ke Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh untuk dishalatkan.

“Tadi di Mataram berangkat sekitar pukul 14. 00 Wita, kemudian sampai ke Jakarta sekitar Pukul 15.00 Wib, dan baru tiba ke Bandara Sultan Iskandar Muda Pukul 21.00 Wib. Setelah dishalatkan di Masjid Raya, jenazah langsung dibawa ke Pendopo Gubernur,” kata Putroe Neng, Anak almarhum yang tinggal di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), usai pemakaman.

Sultanah Putroe Safiatuddin meninggal dunia pada usia 86 tahun di salah satu rumah sakit di Mataram, Rabu sekitar pukul 06.00 Wita. Almarmumah meninggalkan tiga anak perempuan dan satu laki-laki.

Pemakaman digelar dengan prosesi adat pemakaman Raja dan Sultan Aceh. Proses pembukaan liang kubur dilakukan secara bergantian oleh warga bersama keluarga. Jenazah ditandu di bawah helaian kain kuning saat diantarkan ke liang lahat.

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, perwakilan Pangdam Iskandar Muda serta ratusan keluarga dan warga Aceh turut mengantar jenazah ke peristirahatan terakhir.

“Alhamdulillah proses pemulangan jenazah dan pemakaman sudah ditanggung oleh Pemerintah Aceh, dan ini langsung intruksi Gubernur,” kata Teuku Syamsi.

“ini merupakan sebuah persembahan terakhir dari Pemerintah Aceh terhadap pewaris Kesultanan Aceh. Kami sangat berterima kasih kepada seluruh elemen masyarakat Aceh,” tambahnya kemudian. (Kompas)

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful