Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Begini Kronologis Pemukulan Imam Shalat di Samalanga Oleh Sejumlah Massa Muhammadiyah

Begini Kronologis Pemukulan Imam Shalat di Samalanga Oleh Sejumlah Massa Muhammadiyah

Tgk.Mustaqim, Imam Desa Sangso, Korban Pemukulan Masaa dari Organisasi Muhammadiyah (ist)

LINTAS NASIONAL – BIREUEN, Pemukulan terhadap Tgk. Mustakim Imam Shalat Magrib di Meunasah Desa Sangso Kecamatan Samalanga Kabupaten Bireuen dilakukan oleh sejumlah oknum dari Organisasi Muhammadiyah.

Hal itu disampaikan oleh Keuchik Gampong Sangso Afifuddin, ihwal terjadi pemukulan pada Jumat 28 September 2018 setelah azan magrib ketika Tgk. Mustaqim sedang melaksanakan shalat sunat.

“Tiba-tiba dihampiri oleh oleh salah seorang yang berinisial Zul dari organisasi Muhammadiyah menarik Tgk. Mustaqim dan memukulinya sehingga harus dilarikan ke Puskesmas setempat,” kata Keuchik Afifuddin kepada Lintasnasional.com pada Sabtu 29 September 2018.

Menurutnya, sejumlah massa dari Organisasi Muhammadiyah sudah berkumpul di Meunasah Sangso Ba’da Shalat Ashar Jumat 28 September 2018 hingga Sabtu Subuh.

Afifuddin mengakui tidak tahu pasti penyebab pemukulan tersebut, karena menurutnya Tgk. Mustaqim merupakan imam Shalat Magrib yang ditunjuk berdasarkan hasil keputusan rapat Gampong.

“Tgk.Mustaqim merupakan salah Imam Shalat berdasarkan hasil rapat Gampong Empat Bulan yang lalu karena belum adanya Tgk. Imum definitif,” lanjut Afifuddin yang mengakui tidak berada di TKP saat kejadian.

Kemungkinan besar, sambungnya, alasan kuat pemukulan karena massa dari organisasi Muhammadiyah tidak setuju Tgk. Mustaqim jadi imam di Meunasah Sangso.

“Kemungkinan besar pihak mereka tidak setuju Tgk. Mustaqim jadi imam di Meunasah Sangso sehingga terjadi pemukulan,” ungkap Afifuddin

Katanya hingga saat ini belum dilakukan penangkapan terhadap para tersangka yang melakukan pemukulan terhadap Tgk. Mustaqim, namun Keuchik Afifuddin mengakui sudah menjumpai Kapolsek setempat.

“Saya sudah melaporkannya ke Polsek, mereka berjanji akan memanggil saksi, korban dan para pelaku para Senin ini 1 Oktober 2018,” lanjut Afifuddin

Sebelumnya pada hari yang sama ratusan masyarakat Samalanga dari sejumlah Gampong berkumpul di Kantor Kecamatan, mereka menolak dibangunnya Mesjid dari Organisasi Muhammadiyah di Desa Sangso Kecamatan Samalanga.

Baca: Dikecam, Pengeroyokan Imam di Samalanga Diduga Oleh Kelompok Muhammadiyah

Sementara itu Ketua Komite Pemuda Samalanga, Muhammad Nizam mengecam keras atas terjadinya pengoroyokan terhadap Tgk. Mustakim

Ia meminta Bupati Bireuen bertanggung jawab, karena menilai Pemerintahan Bireuen terkesan tidak serius dalam menyelesaikan permasalahan ini,” pinta Nizam pada Sabtu 29 September 2018.

Nizam juga mendesak pihak keamanan memastikan kasus tersebut diusut dan aktor pelakunya ditindak tegas.

“Kami meminta kelompok Muhammadiyah untuk tidak terlalu memaksa kehendak, padahal sebelumnya sudah ada mediasi yang dilakukan oleh Pemkab Bireuen, yang pada saat itu lansung dipimpin oleh Bupati,” ungkap Nizam

“Terkait kelanjutan pembangunan Mesjid Muhammadiyah untuk di musyawarahkan kembali karena mengingat proses pengurusan izin pendirian dinilai cacat hukum tanpa rekomendasi dari Geuchik dan Muspika setempat mengingat letak Mesjid Muhammadiyah hanya berselang satu desa dengan Mesjid Besar Samalanga dengan jarak tempuh hanya 200 Meter,” pungkas Muhammad Nizam. (ALN)

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful