Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Didampingi Pengacara, Maimun Rajapante Mengaku Hanya Korban

Didampingi Pengacara, Maimun Rajapante Mengaku Hanya Korban

LINTAS NASIONAL – BANDA ACEH, Sehubungan dengan Pemberitaan terkait Beredarnya SK PNS palsu ya yang dilaporkan sejumlah korban yang melaporkan Maimun Maimun Rajapante sebagai Calo akhirnya buka suara.

“Ini merusak nama baik saya dengan tuduhan berperan sebagai ‘Calo’. Ini fitnah, pembunuhan karakter,” sebut Maimun dalam konferensi pers pada Senin 8 Oktober 2018 di Banda Aceh.

Sementara itu Yulfan, SH. selaku Tim Kuasa Hukum Maimun atau yang akrab disapa Maimun Rajapante meluruskan informasi dan memberikan keterangan tentang fakta sebenarnya.

“Kami juga menghadirkan beberapa korban SK PNS palsu diantaranya : Marsandi, Muhajir, Munawir, Yani Sini dan Ida Wati yang semuanya adalah korban terhadap dugaan tindakan penipuan dan dugaan tindak pidananya pemalsuan SK PNS bodong,” kata Yulfan

Untuk itu, bahwa ia sebagai kuasa hukum perlu melakukan klarifikasi terhadap SK PNS terhadap beberapa orang di Pidie Jaya yang dilakukan oleh Maimun yang merupakan dosen Jabal Ghafur atau salah satu Caleg Bahwa Anita Selfitri (26), Mulyadi( 45) dan Nasaruddin (59) melalui kantor Bantuan Hukum Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA).

“Mereka telah memberikan keterangan yang tidak benar bahkan cenderung fitnah dan hoak, untuk itu perlu kami sampaikan dan luruskan, apa yang telah disampaikan mereka pada media beberapa pekan lalu merupakan informasi dan keterangan yang salah, tidak lengkap, premature dan terkesan ada yang disembunyikan,” ucap Yulfan.

Kata Yulfan, seperti yang dituduhkan Anita (26), Mulyadi (45) dan Nazaruddin (59) bahwa saudara Maimun sebagai ” Calo” Penerimaan CPNS, padahal katanya, Maimun bagian dari Korban penipuan di lingkungan pemerintah Aceh yang menjanjikan akan meluluskan orang untuk menjadi PNS dengan membayar sejumlah uang kepada Oknum tersebut.

Menjawab pertanyaan wartawan Maimun mengatakan uang tersebut ditransfer ke rekening dan sebagian menyerahkan langsung kepada pria berinisial MS dan masih menyimpan bukti transaksi milik Nazaruddin.

Lanjutnya, setelah menyerahkan uang kepada MS, mereka diundang ke Banda Aceh untuk menerima SK PNS, mengukur baju seragam PNS, mengikuti STAJAB , pertemuan di beberapa lokasi termasuk di Kantor Instansi Pemerintah Aceh.

“Oknum MS mengakui bahwa mempunyai seorang asisten, asisten itu yang selama ini meyerahkan SK,” sebut Maimun

Ketika ditanyakan siapa sebenarnya MS? Maimun sendiri enggan berkomentar. “Biar waktu yang menjawabnya,” kata Maimun.

Katanya, hal ini akan diproses lebih lanjut, dan Maimun sendiri akan melaporkan kasus tersebut kepada pihak yang berwajib.

“Saya tidak ingin menyebut nama aslinya dulu, saya akan melaporkan kepada polisi, biar permasalahan ini segera diproses, dan semua orang tahu, siapa yang sebenarnya terlibat,” tegas Maimun.

Kuasa Hukum Maimun juga meluruskan terkait dengan Pemalsuan tanda tangan yang disampaikan Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) tidak benar adanya.

“Saudara Anita dan korban lainnya mengambil SK tersebut pada Oknum di lingkungan Pemerintah Aceh. Sehingga tidak mungkin klien kami yang memasukkan tanda tangan Gebernur Aceh karena SK tersebut bukan dibuat oleh saudara Maimun,” jelas Yulfan

Bahkan, katanya jika terjadi Pemalsuan tanda tangan Gubernur Aceh dalam SK tersebut, maka oknum tersebutlah yang mengetahui siapa sesungguhnya yang telah memalsukannnya tanda tangan orang nomor 1 di Aceh di massa pemerintahan Zaini Abdullah-Muzakir Manaf. (ALN)

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful