Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / RSU Cut Nyak Dhien Langsa Dituding Abaikan Hak Karyawan yang Sudah Meninggal

RSU Cut Nyak Dhien Langsa Dituding Abaikan Hak Karyawan yang Sudah Meninggal

LINTAS NASIONAL – LANGSA, Rumah Sakit Umum (RSU) Yayasan Cut Nyak Dhien Langsa dinilai telah mengabaikan hak pekerja/tenaga medisnya yang sudah meninggal dunia pada 28 Agustus 2018 lalu di RSU Adam Malik Medan atas nama Almarhumah Nurjajilah.

Pasalnya, hingga saat ini genap 44 hari Almarhumah meninggal dunia belum ada perhatian dan realisasi kewajiban dari RSU Cut Nyak Dhien Langsa‎ sesuai UU Nomor 13 tahun 2003 Tentang ketenagakerjaan.

Pada tanggal 20 september 2018 pihak Ahli Waris keluarga Almarhumah Nurjajilah yaitu suaminya Mukaddar sudah pernah melayangkan surat kepada direktur RS Cut Nyak Dhien Langsa dr.Yusuf MM terkait pengajuan hak hak pekerja untuk dan atas nama Almarhumah Nurjajilah.

Kemudian pada tanggal 28 september surat dari ahli waris tersebut ditanggapi oleh ‎pihak manajemen RSU Cut Nyak Dhien Langsa Reeny Triana viri SE, inti dari surat itu meminta pihak keluarga Almarhumah Nurjajilah agar menunggu prosesnya karena pihak RSU CND Langsa akan menyelesaikan sesuai dengan peraturan-peraturan.

Ketua LSM Gerakan Masyarakat Partisipatif (GeMPAR) Aceh Auzir Fahlevi SH sangat menyesalkan sikap RSU CND Langsa yang tidak menyelesaikan kewajibannnya, soalnya sudah 44 hari Almarhumah meninggal dunia belum ada tanda-tanda adanya upaya pemberian kompensasi kepada ahli waris.

Auzir yang juga praktisi Hukum tersebut menjelaskan, sebagaimana dinyatakan didalam pasal 166 UU Nomor 13 tahun 2003 bahwa “dalam hal hubungan kerja berakhir karena pekerja/buruh meninggal dunia,kepada ahli warisnya diberikan sejumlah uang yang besar perhitungannya sama dengan perhitungan dua kali uang pesangon sesuai ketentuan pasal 156 ayat (2),satu kali uang penghargaan masa kerja sesuai ketentuan pasal 156 ayat(3),dan uang penggantian hak sesuai ketentuan pasal 156 ayat(4)”,.

Lanjutnya, didalam pasal 156 UU Nomor 13 tahun 2003 dari ayat 1 sampai dengan 5 telah diuraikan secara eksplisit bahwa pihak pengusaha/perusahaan dan atau badan hukum swasta diwajibkan membayar uang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang seharusnya diterima oleh pihak pekerja.hal ini terlepas dari adanya tanggungan jamsostek dan lain lain yang juga diterima oleh pekerja yang sudah meninggal dunia yang diajukan sendiri oleh pihak keluarga.

“Jika pihak Yayasan RSU CND beranggapan bahwa penyelesaian hak pekerja ini mengikuti peraturan RSU CND ini sungguh tidak rasional karena secara hukum kedudukan Yayasan sama juga seperti kedudukan suatu perusahaan‎.artinya setiap bentuk usaha yang berbadan hukum atau tidak,milik orang perseorangan,milik persekutuan atau badan hukum milik swasta/negara serta usaha usaha sosial lain yang mempekerjakan pekerja tetap harus tunduk pada ketentuan UU Nomor 13 tahun 2003 Tentang ketenagakerjaan kecuali pihak yayasan RSU CND langsa sudah kehilangan moral dan kepekaaan sosial serta nilai nilai kemanusiaan terhadap Almarhumah Nurjajilah yang telah bekerja lebih kurang 27 tahun di RSU tersebut,” jelas Auzir yang juga karabat Almarhumah.

Karena itu, GeMPAR meminta agar pihak Direktur serta Manajemen Yayasan RSU CND Langsa agar melaksanakan kewajibannya dan dengan segera melakukan pembayaran terhadap hak-hak Almarhumah guna menghindari sanksi pidana dan administratif berdasarkan ketentuan yang berlaku.

“Pihak keluarga tentu sangat berharap agar hal ini disikapi secara positif oleh pihak manajemen RSU CND Langsa, paling tidak ini bisa meringankan beban anggota keluarga yang ditinggalkan terutama kedua anak Almarhumah yang masih bersekolah,” pungkas Alumni FH Unsyiah tersebut. (RZ)

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful