Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Ahli Waris: RS CND Langsa Jangan Perlakukan Kami Seperti Pengemis

Ahli Waris: RS CND Langsa Jangan Perlakukan Kami Seperti Pengemis

LINTAS NASIONAL – LANGSA, Muqaddar suami dari Almarhumah Nurjajilah yang merupakan karyawan Rumah Sakit Cut Nyak Dhien Langsa sangat menyayangkan sikap Direktur yang mengabaikan kewajiban.

Hal itu disampaikan oleh Muqaddar kepada Lintasnasional.com pada Kamis 11 Oktober 2018, katanya manajemen RS CND Langsa enggan memberikan kompensasi kepada ahli waris dari Nurjajilah.

Menurut Muqaddar, istrinya telah mengabdi selama 27 Tahun di RS tersebut, namun pihak Rumah sakit hanya menawarkan uang kompensasi sebesar Dua Bulan gaji.

“Seharusnya pihak RS menaati aturan sebagaimana ditetapkan UU, ini sangat tidak logis karena RS tersebut berbentuk Yayasan artinya sama juga seperti kedudukan sebuah perusahaan‎,” kata Muqaddar

Muqaddar meminta pihak RS untuk tidak mencari alasan dalam menjalankan aturan karena UU Ketenagakerjaan pasal 166 Nomor 13 tahun 2003 sudah sangat jelas diuraikan.

“Saya juga sudah berkoordinasi dengan Disnaker Kota Langsa, mereka juga mengatakan bahwa pihak RS harus memberi pesangon sesuai dengan aturan UU bukan dengan aturan RS,” kata Muqaddar

Dalam aturan, katanya pihak Perusahaan harus memberikan Pesangon bagi karyawan dengan hitungan 10 Tahun masa kerja mereka harus memberikan pesangon 10 Bulan gaji.

“Ini berbicara aturan, Almarhumah istri saya sudah mengabdi selama 27 Tahun, sudah 44 hari tidak ada pergatian apapun dari manajemen RS,” tegasnya

Terkait penjelasan Direktur dengan uang yang dia terima senilai 60 juta lebih, itu bukan uang pesangon dari perusahaan, tetapi uang jaminan kematian dari BPJS ketenagakerjaan.

Muqaddar juga mengatakan pihak keluarga hanya mempersoalkan bentuk tanggung jawab dan perhatian dari pihak RS sesuai ketentuan UU, bukan malah mengait-ngaitkan dana kematian dari BPJS ketenagakerjaan karena persoalan dana dari BPJS itu diluar kewenangan RS, dana kematian ini kan akumulasi dari potongan upah/gaji bulanan atas nama Almarhumah.

“Kami tidak mau bicara terlalu jauh,kalau mau diberikan ya silahkan,kami tidak mau merengek-rengek seperti pengemis,” pungkas Muqaddar

Berikut aturan UU nomor 13 Tahun 2007 yang mengatur Ketenagakerjaan:

Untuk lebih rinci terkait hak tenaga kerja maka diatur dalam Pasal 166 UU Nomor 13 Tahun 2003.

Dalam hal hubungan kerja berakhir karena pekerja/buruh meninggal dunia, kepada ahli warisnya
diberikan sejumlah uang yang besar perhitungannya sama dengan perhitungan 2 (dua) kali uang
pesangon sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (2), 1 (satu) kali uang penghargaan masa kerja sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (3), dan uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (4). (Red)

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful