Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Banjir Terjang Bireuen, Ini Saran Politisi Partai Aceh Untuk Pemkab Bireuen

Banjir Terjang Bireuen, Ini Saran Politisi Partai Aceh Untuk Pemkab Bireuen

LINTAS NASIONAL – BIREUEN, Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bireuen sejak Kamis 13 Desember 2018 siang hingga malam ini, mengakibatkan tujuh Kecamatan di Kabupaten Bireuen diterjang banjir.

Tujuh kecamatan yang diterjang banjir yaitu Kecamatan Peudada, Jeumpa, Jeunieb, Kota Juang, Kuala, Peusangan Selatan dan Kecamatan Juli.

Puluhan rumah rusak, ratusan hektar sawah yang baru ditanam padi, sekolah dan sejumlah infrastruktur terendam, serta ternak dan unggas ikut dibawa banjir.

Politisi Partai Aceh yang juga Caleg DpRK Dapil 3 Bireuen Zulkarnaini atau akrab disapa Zoel SoPAN mengatakan sejak 2 tahun terakhir trend banjir di Kabupaten Bireuen trus meningkat.

Ia menyarankan kepada Pemkab Bireuen melalui Badan Penanggulangan Bencana Daearah (BPBD) untuk melakukan pemetaan bencana dan rencana kontigensi jangka panjang.

“Kalau diperhatikan selama ini penanganan bencana di Kabupaten Bireuen masih sebatas respon darurat paska bencana terjadi semata, sementara pemetaan yang menyeluruh terhadap faktor penyebat bencana terjadi hampir tidak dilakukan, atau mungkin saja publik tidak pernah tahu,” sebut Zoel SoPAN pada Jumat 14 Desember 2018.

Katanya, dalam analisa Disaster Risk Reduction (DRR), bencana itu terjadi akibat Ancaman semisal banjir, tanah longsor gempa berhadapan dengan kondisi yang rentan semisal sungai yang dangkal, drainase yang tersumbat, penggundulan hutan, kondisi bangunan yang labil sehingga berakibat pada Bencana yang merugikan masyarakat.

“Sudah seharusnya BPBD bergandengan dengan berbagai lembaga untuk melakukan mapping dan analisa bencana serta merumuskan rencana Kontigensi, sehingga Milyaran dana yang digelontorkan tidak hanya dihabiskan untuk melakukan tambal sulam,” lanjut Zoel SoPAN

Mantan aktivis yang pernah mengikuti Seminar Internasional Mitigasi Bencana di Mindanau Fhilipina pada Tahun 2010 tersebut.
mengatakan aktivitas Galian C yang sporadis, penggundulan hutan oleh perusahaan perkebunan yang tanpa memperhatikan dampak kerusakan tanah serta tata kelola kota yang hampir tidak terencana dan tidak memperhatikan analisa resiko bencana merupakan penyebab eskalasi banjir sehingga terus neningkat tiap tahun

“Sebelum terlambat, maka kita berharap Pemerintah Kabupaten Bireuen untuk mulai mengubah pola pendekatan respon bencana yang bisa mengatasi akar persoalan bencana,” pungkasnya (AN)

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful