Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Baliho Dirusak, Caleg Pidie Jaya ini Tetap Konsisten dengan Politik Santun

Baliho Dirusak, Caleg Pidie Jaya ini Tetap Konsisten dengan Politik Santun

LINTAS NASIONAL, PIDIE JAYA – Alat Peraga Kampanye (APK) milik Calon Anggota Legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie Jaya, Dapil III Kecamatan Bandar Baru Pidie Jaya dari Partai Gerindra, Husaini ST menjadi korban tangan jahil.

Baliho Husaini yang terpasang di Jalan Banda Aceh – Medan, Kecamatan Bandar Baru dirusak tepat di bagian badan caleg nomor urut 2 tersebut.

Husaini membenarkan bahwa baliho miliknya dirusak oleh orang tak dikenal pada hari Selasa kemarin, 1 Januari 2019.

Namun dirinya tidak mau berspekulasi, “biarlah persoalan ini diusut oleh pihak yang berwajib atau instansi terkait yang mengawasi pesta rakyat 2019 ini, kita punya aturan jadi kita serahkan saja sesuai ketentuan yang berlaku,” sebut Husaini.

Menurutnya, jika dilihat dari kerusakan baliho tersebut, hal itu jelas ada unsur kesengajaan bukan karena faktor alam, seperti terkena angin hingga rusak dan roboh secara alami.

“Baliho itu dipasang tepat di jalan Banda Aceh – Medan oleh rakan-rakan saya. Jadi sepertinya kami tidak menyalahi aturan pemasangan APK,” ungkapnya.

Namun ia telah menegaskan kepada rakan-rakan timnya, untuk tetap mengedepankan politik yang santun dan beretika.

“Dari awal kita sudah berkomitmen untuk tetap konsisten dengan politik yang islami, kita kedepankan cara-cara yang bermoral, elegan dan terhormat, karena persaudaraan dan persatuan lebih penting dan utama daripada persaingan Pileg ini,” lanjut Husaini.

Ia juga sangat yakin, jika perusak APK bukanlah masyarakat Pidie Jaya, karena masyarakat Pidie Jaya, khususnya Kecamatan Bandar Baru sejak dahulu selalu hidup rukun dengan nilai-nilai keislaman dan adat budaya Aceh yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai akhlakul karimah.

Ia juga menghimbau kepada oknum yang merusak APK di Pidie Jaya, agar berpolitiklah secara santun dan bijak.

“Jangan saling memfitnah, merusak, apalagi bertengkar hingga menjatuhkan, karena kita adalah satu, yakni sama-sama terlahir dari masyarakat yang penuh nilai-nilai persaudaraan dan keislaman. Kita bersaudara, jangan karena Pileg merusak kerukunan kita. Pileg hanyalah proses demokrasi yang sedang berjalan, mari kita lalui dengan kebahagian, siapa pun yang terpilih nanti adalah keterwakilan dari kita masyarakat yang terbaik dari yang baik-baik, berkemampuan dan berkomitmen berusaha memperjuangkan hak-hak kita sebagai masyarakat,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, perusakan alat peraga kampanye (APK) bisa terancam pidana, sesuai Pasal 280 Ayat 4 menegaskan, bahwa pelanggaran terhadap larangan merusak dan/atau menghilangkan alat peraga kampanye peserta pemilu merupakan tindak pidana pemilu. Sedangkan sanksinya ditegaskan dalam Pasal 521 bahwa setiap pelaksana, peserta, dan/atau tim kampanye pemilu yang dengan sengaja melanggar larangan pelaksanaan kampanye pemilu, bisa dipidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun dan denda paling banyak Rp 24 juta.

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful