Ini Harapan Politisi Partai Aceh di Ultah Kabupaten Bireuen yang ke 20

LINTAS NASIONAL – BIREUEN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen, menggelar aneka kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT ke-20 Kabupaten Bireuen.

Menyikapi kondisi Kabupaten Bireuen di usia 20 tahun, Anggota DPRK Zulkarnaini atau yang dikenal Zoel SoPAN mengatakan sudah 20 Tahun Bireuen menjadi sebuah Kabupaten yang mandiri maka ia berharap Pemkab bisa mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat.

“Bireuen harus hadir mewujudkan taraf kesehatan yang berkualitas, pendidikan yang berkarakter perekonomian masyarakat yang stabil serta menurunkan tingkat kesenjangan antara elit dan kelas bawah,” kata Zoel SoPAN pada Senin 14 Oktober 2019

Selain itu mantan wartawan liputan Bireuen tersebut juga berharap kepada Pemerintah untuk segera mewujudkan hal tersebut, jangan hanya sibuk berebut proyek infrastruktur antar keluarga semata.

“Ingat, Bireuen ini banyak kontraktor lain yang juga perlu diperhatikan dan diberikan kesempatan untuk membangun,” tegasnya

Menurutnya, dominasi keluarga Bupati sudah saatnya ditinggalkan, ingat kata-kata salah satu tokoh pendiri Bireuen H. Subarni bahwa yang berkontribusi besar melahirkan Kabupaten Bireuen adalah masyarakat Bireuen, jadi mari berikan mereka hak yang sama dan tinggalkan monopoli keluarga.

Sekretaris Fraksi Partai Aceh tersebut juga meminta Pemkab dalam penyelenggaraan pemerintahan bisa lebih bersinergi, baik itu antara DPRK, LSM, Mahasiswa serta Stackholder lainnya.

Baca Juga:  Anggota DPRA: Anggaran Lembaga Wali Nanggroe Harus Ditambah

“Memperingati hari jadi Kabupaten Bireuen bukan hanya dengen event seremonial saja, namun bagaimana mengajak segenap masyarakat Bireuen untuk merefleksikan sejauh mana sudah Bireuen berdiri ditengah peradaban dunia, dan apa yang perlu diperbaiki kedepan oleh pemerintah,” lanjut Zoel ZoPAN

Artinya, lanjutnya lagi kegiatan rangkaian hari jadi bisa diisi dengan berbagai kegiatan yang tentunya itu bisa menjadi sebuah motivasi untuj menyemangati seluruh kalangan untuk terus berinovasi.

“Usulan dalam menentukan prioritas dan diprioritaskan yang betul-betul merupakan solusi bagi permasalahan di Kabupaten Bireuen, terutama dalam penempatan birokrasi harus betul-betul yang dilakukan secara transparan terbuka tanpa perlu ada embel-embel,” ujarnya

Lebih lanjut ia menyampaikan, perlunya transparansi serta buktikan bagaimana mewujudkan pemerintahan yang good governance dan clear governance.

Masih dikatakan Zoek SoPAN, bagaimana supaya ke depan Kabupaten Bireuen ini memiliki karasteristik yang bisa menjadi daya tarik tersendiri.

Setidaknya digali potensi-potensi nilai tradisi budaya yang bisa dijadikan suatu karakteristik apa di Kabupaten Bireuen.

“Apa lagi Kabupaten Bireuen sekarang dengan julukan kota Juang, nah saat ini apa yang kita lihat, apa yang sudah diperjuangkan untuk masyarakat, prestasi atau sebaliknya. Tentunya yang harus terus dikembangkan adalah Konsep berprestasi supaya mendapatkan predikat agar bagaimana arah kebijakan ke depan di Kabupaten Bireuen ini lebih maju dan innovative,” pungkasnya.

Baca Juga:  PDIP Usung Putra Jokowi di Pilwalkot Solo

Sekilas Tentang Kabupaten Bireuen

Kabupaten Bireuen adalah salah satu kabupaten di Aceh, Indonesia. Kabupaten ini beribukotakan di Bireuen Kabupaten ini menjadi wilayah otonom sejak 12 Oktober tahun 1999 sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Aceh Utara. Kabupaten ini terkenal dengan julukan kota juangnya, namun sempat menjadi salah satu basis utama Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Semenjak diberlakukannya darurat militer sejak bulan Mei 2003, situasi di kabupaten ini berangsur-angsur mulai kembali normal, meski belum sepenuhnya.

Kabupaten Bireuen termasuk salah satu kabupaten yang bersejarah bagi bangsa ini. Kabupaten ini pernah ditetapkan sebagai ibukota Republik Indonesia kedua pada tanggal 18 Juni 1948 yakni tepat pada saat Agresi Militer Belanda II (1947-1948). Akibatnya, PDRI yang semula menetap di Kota Bukittinggi berpindah lokasi ke Kabupaten Bireuen (a.k.a. Kota Juang).

Kabupaten Bireuen juga terkenal di bidang kulinernya diantaranya Mie Kocok Geurugok (Gandapura), Rujak Manis dan Bakso Gatok (Kuta Blang), Sate Matang (Peusangan) Bu Sie Itek dan Nagasari. (YN)