Limbah Pasar Cemari Sawah, Warga Blang Keude Meungadu ke Anggota DPRK Bireuen

>LINTAS NASIONAL – BIREUEN, Saluran pembuangan pusat Kota Gandapura yang mengairi limbah pasar, limbah rumah tangga dan semua limbah lain terjadi penyempitan sehingga sejak beberapa tahun terakhir masuk ke sawah warga sehingga mengakibatkan sekira 20 Ha lahan sawah milik warga tidak bisa digunakan karena bau tidak sedap serta tergenang setiap hari oleh air limbah pasar tersebut.

Nurdin Ismail Salah satu warga setempat menagatakan, sebelumnya saluran pembuang tersebut tersambung sampai ke Krueng Leubu, namun sejak 10 tahun yang lalu saluran tersebut ditimbun sehingga air dialirkan ke sawah milik warga Blang Keude Kecamatan Gandapura.

Sehingga membuat puluhan hektar sawah tidak bisa digunakan serta membuat petani merugi.

“Pemerintah bisa kembali membuat saluran pembuang agar terhubung kembali dengan Krueng Leubu sehingga sawah warga kembali bisa digunakan,” harap Nurdin pada Rabu 16 Oktober 2019.

Sementara Murzir yang merupakan Keusyik Blang Keude memberi peringatan jika permohonan mereka tidak direspon oleh Pemkab maka masyarakat akan melakukan penimbunan saluran yang mengarah ke pemukiman penduduk

Baca Juga:  Pulang ke Aceh, Ajudan Wagub Sumut Kembali Positif Covid-19

“Itu kami lakukan untuk kemaslahatan masyrakat Blang Keude,” tegas Murzir

Sementara itu menanggapi keluhan warga Sekretariis Fraksi Partai Aceh DPRK Bireuen Zulkarnaini mrminta Pemerintah Bireuen secepatnya merespon keinginan warga Blang Keude mengingat sudah banyak korban lahan produktif milik warga yang dirugikan.

“Saya minta Pemkab Bireuen kedepan untuk lebih responsive terhadap berbagai keluhan warga, program pemerintah itu dapat menyelesaikan berbagai persolan yang ada di Masyarakat sehingga pembangunan menjadi solusi untuk kemaslahatan Ummat,” pinta Zulkarnaini yang terjun lansung ke lapangan melihat dan mendengar keluhan warga Blang Keude

Jika Pemkab tidak merespon, lanjut Zulkarnaini maka dirinya sangat setuju dengan apa yang diungkapkan oleh oleh Keusyiek setempat yaitu melakukan penimbunan saluran.

“Jika tidak direspon, saya akan bersama warga melakukan penimbunan, karena kondisinya sudah sangat merugikan warga,” tegasnya (YR)