Rombongan DPRK Bireuen Temukan 3 Jembatan Gantung dan Jalan yang Sangat Memprihatinkan

LINTAS NASIONAL – BIREUEN, Setelah Pengambilan Sumpah Pimpinan, Sejumlah Anggota DPRK Bireuen terpilh Periode 2019- 2024 langsung meninjau ke Tiga Kecamatan melihat kondisi fasilitas publik yang diusulkan masyarakat wilayah Barat.

Rombongan DPRK mengunjungi Kecamatan Jeunieb yang disambut oleh Sekcam Jazuli, dari hasil musyawarah singkat dengan sekcam dan anggota dewan yang mewakili Dapil tersebut mendapatkan informasi untuk meninjau sejumlah program yang diusulkan dalam Musrembang beberapa waktu lalu.

Diantaranya, jalan menuju kuala Jeunieb yang sudah sekian lama belum tersentuh dengan kondisi rusak parah akibat keluar masuk Truck pengangkut batu gajah, Mesjid Jam’ik yang sudah bocor dan Jembatan Gantung desa Alue Lamsaba yang kondisinya sudah lapuk dimakan usia.

Setelah itu, anggota Dewan juga menuju ke Desa Garab Kecamatan Peulimbang untuk melihat kondisi jalan yang hancur berlubang selain rusak parah dan berlumpur akibat lalu lalang truck angkutan material pembangunan irigasi yang sedang dalam pengerjaan.

Selanjutnya Rombongan menuju Desa Teupin Panah Kecamatan yang sama untuk meninjau Jembatan gantung penghubung antar kecamatan antara Kecamatan Plimbang dan kecamatan jeunieb yang kondisinya telah rapuh dan keropos dimakan usia.

Baca Juga:  Sulaiman SE: Kenapa Harus Anggaran Dayah, Bukankah Proyek Multiyears 2,7 T?

Pada Rabu 23 Oktober 2019 Rombongan meninjau Jembatan Gantung dan Irigasi Aneuk Gajah Rhot di Kecamatan Peudada yang kondisinya sudah terlantar dengan berbagai macam persoalan, baik itu dari hal pembebasan lahan hingga ke permasalahan rekanan yang pembangunannya dimulai dari tahun 2007, hingga hari ini masih terlantar.

Setiap titik yang dikunjungi mendapat pendampingan dari Kepala Desa setempat juga tokoh masyarakat yang menjelaskan kronologis, selain penyebab dari keterlantaran dan kerusakan yang terjadi kepada semua anggota dewan yang hadir.

Sementara itu Rusyidi Mukhtar berjanji akan meneruskan temuan tersebut kepada Pemkab Bireuen, karena ia menilai kondisinya sangat memprihatinkan.

“Kami akan menyampaikannya kepada pihak eksekutif untuk segera diperbaiki karena inilah tugas DPRK, yaitu meneruskan semua keluhan masyarakat dan mengawasi setiap pembangunan yang dilaksanakan oleh eksekutif,” jelas Ketua DPRK tersebut dihadapan para tokoh masyarakat setempat.

Anggota dewan yang hadir diantaranya Rusyidi Mukhtar S.Sos, Syauqi Futtaqi, Amriadi, M.Nasir, Salwa Hanum, Rosmani, Muddasir, Jasman SE, Tgk Razali Nurdin, Taufik Ridha ST, Ir. Zainal Abidin, Faisal Hasballah SE.MSM, Sufyannur, Sayuti, Muslem Abdullah, Iskandar Is.S.Pd.MH, Amartana Pusri, Surya Yunus dan Muhammad. (YR)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com