Hari Pers Nasional Hari Pers Nasional

(2) Kisah Pencipta Logo Bireuen yang Dihargai 750 ribu dan Janji Pemkab

Ist

LINTAS NASIONAL – BIREUEN, Ismail Ayub sang maestro pencipta Logo Kabupaten Bireuen Kini tinggal di sebuah Rumah yang sangat sederhana bahkan kalau bisa dikatakan sudah sangat tidak layak ditempati oleh seorang yang punya jasa Besar untuk Kabupaten Bireuen

Saat Tim lintasnasional.com menyambangi pada Minggu 5 Juli 2020 dirinya sangat bersemangat dan karena ada orang yang bertamu kerumah, saat diminta menceritakan kisahnya pada saat pertama kali ikut sanyembara pembuatan Logo Kabupaten Bireuen, Ismail lansung meminta anaknya untuk mengambil Gambar, Piagam penghargaan dan Trophy untuk diperlihatkan.

Awalnya Ismail mengambil selembar kertas yang sudah di press dengan 2 buah Gambar Logo Kabupaten Bireuen yang hingga saat ini masih dipakai tanpa ada perubahan sedikit pun.

Ismailpun dengan penuh semangat menceritakan satu persatu secara detail makna yang terkandung dalam setiap Gambar dan Warna yang terdapat dalam Logo.

“Inilah Logo Kabupaten Birueun seharga 750 Ribu yang hingga kini kalian lihat di setiap surat resmi dan baju para PNS serta di baju para pejabat Bireuen, ” kata Ismail kepada tim lintasnasional.com

Baca Juga: (1) Ismail Aiyub, Maestro Pencipta Logo Kabupaten Bireuen yang Dilupakan

Kini Ismail Aiyub sudah tidak muda lagi ia berusia 65 tahun, setelah pensiun dan istri tercintanya meningga pada Tahun 2015 lalu, ia sudah mulai sakit-sakitan.

Ismail kini tinggal bersama 5 anaknya dan sudah tidak sanggup bekerja lagi, ia hanya mengandalkan gaji pensiunan untuk membesarkan anak-anaknya.

Setelah permohonannya untuk bisa bersekolah ke Fakultas Seni Rupa dan semua yang dijanjikan kepada dirinya diantaranya dibawa Naik Haji bersama Istrinya dan Uang Pembinaan 50 Juta dari Pemkab tidak pernah dipenuhi, Ismail tidak pernah mengeluhkan hal tersebut.

“Hingga Istri saya meninggal pada Tahun 2015, apa yang pernah dijanjikan Pemerintah Bireuen tidak pernah dipenuhi,” ucap Ismail Lirih

Dan yang paling menyakitkan bagi Ismail dirinya tidak pernah diundang setiap Kabupaten Bireuen merayakan ulang tahunnya, Ismail benar-benar dilupakan dan belum pernah sekali pun ada Pejabat yang mengunjungi dirinya.

“Saya benar-benar dilupakan, selama Kabupaten Bireuen Berdiri dan tiap Tahun dirayakan hanya sekali di Undang, saat itu Bupati Bireuen dijabat oleh Mustafa Geulanggang, itupun saya hanya menyaksikan penyerahan penghargaan bagi Para Pendiri Kabupaten Bireuen,” kenangnya

Namun setelah itu Lanjut Ismail, dirinya tidak pernah lagi diundang setiap ada acara Ulang Tahun Kapubaten Bireuen, “Mungkin mereka tidak mau tahu siapa yang menciptakan logo karena kan hanya Logo mungkin tidak penting siapa penciptanya yang penting kan Logo,” seloroh Ismail (Red)