Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / KAMMI: Jaringan LGBT di Kampus Aceh Harus di Usut Tuntas

KAMMI: Jaringan LGBT di Kampus Aceh Harus di Usut Tuntas

LINTAS NASIONAL – BANDA ACEH, Warga Gampong Lamtimpeung, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar berhasil menggebrek dan menangkap pasangan liwath (homoseksual) pada Jum’at 30 Maret 2018.

Pasangan sesama jenis tersebut ditangkap warga saat sedang berduaan di salah satu rumah kost di desa setempat.

Hasil interogasi keduanya berinisial DPL (21), warga Medan, dan TS (24) warga Pidie. DPL dan TS berstatus sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Banda Aceh.

Bahkan salah satu pelaku yang berinisial DPL sudah pernah ditangkap beberapa waktu yang lalu ketika mencoba mengajak berhubungan dengan salah seorang ojek online.

Menanggapi kejadian ini Ketua Umum KAMMI Aceh Tuanku Muhammad meminta pihak keamanan terutama Polis Wilayatul Hisbah (WH) Aceh untuk dapat menindak secara tegas pelaku liwath tersebut.

Terutama DPL yang telah ditangkap kedua kali, Kalau bisa, pelaku DPL segera dikeluarkan dari kampus dan diusir dari Aceh.

“Kita seluruh warga Aceh sudah sepakat semuanya untuk menolak segala tindakan LGBT di bumi Aceh. Jadi jika ada yang LGBT yang tidak bisa dibina lagi dan telah melakukan perusakan bagi generasi Aceh maka segera tindak tegas dengan mengusir mereka dari Aceh atau pindah dengan sendirinya.” Kata Tuanku.

Disamping itu,melihat banyaknya pelaku LGBT di Aceh adalah para mahasiswa/i ini menunjukkan bahwa ada jaringan LGBT yang sudah tumbuh di kampus-kampus Aceh. Sebab itu, jaringan ini harus segera ditelusuri. Jika tidak, akan banyak mahasiswa/i Aceh yang dulunya tidak terjerumus ke tindakan LGBT sedikit demi sedikit terpengaruh dan akhirnya bergabung.

KAMMI Aceh meminta setiap kampus di Aceh harus berani mengeluarkan peraturan tegas terkait LGBT. Kampus di Aceh harus berani mengeluarkan setiap mahasiswa/i yang telah terbukti melakukan liwath.

“Kampus di Aceh harus steril dari LGBT, kita tidak ingin LGBT tumbuh subur dan berkembang di kampus-kampus Aceh. Kesucian kampus sebagai tempat melahirkan kaum intelektual dan cendekiawan jangan sampai dinodai dengan dijadikan kampus sebagai markas mencetak kader-kader penyuka lubang taik.” Tambah Tuanku.

Oleh karena itu, ia berharap kedepannya setiap ada pelaku LGBT yang ditangkap harus segera ditindak tegas dan selalu berkoordinasi dengan setiap pihak.

“Agar kita bisa selalu bersatu untuk mencegah berkembangnya LGBT di Aceh,” pungkasnya (ALN)

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful