Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Waduk Senilai 4 Milyar Lebih di Aceh Timur Dikerjakan Asal Jadi

Waduk Senilai 4 Milyar Lebih di Aceh Timur Dikerjakan Asal Jadi

LINTAS NASIONAL – ACEH TIMUR, Pembangunan Waduk Paya Pue di Desa Buket Seroja Kecamatan Julok Kabupaten Aceh Timur dinilai asal jadi, Padahal, pembanguan waduk tersebut   menghabiskan  dana Otonomi Khusus (Otsus/APBK) senilai Rp 4.519.078.000.

“Pembangunan waduk itu tidak sesuai harapan, padahal sebelumnya pihak kontraktor pernah berjanji dalam bendungan itu akan dibangun dua unit sumur bor, namun hingga sekarang sumur bor itu belum dibangun,” kata tokoh masyarakat Tunong Bugeng, Kecamatan Darul Falah, Aceh Timur,  Saiful kepada awak media ini pada Senin 2 April 2018

Katanya, berdasarkan papan proyek, pembangunan itu dimulai 14 Agustus 2017 dan selesai dikerjakan pada 24 Desember 2017.

“Akibat pembangunan waduk tersebut asal jadi sehingga membuat ratusan hektar hasil panen padi petani tidak maksimal,” sebut Saiful

Menurut Saiful, warga sekitar waduk tersebut sangat mendukung pembangunan waduk Paya Pue, tapi harus sesuai dengan apa yang dijanjikan yaitu membangunan dua sumor bor supaya ada sumber air.

“Ratusan hektar padi sangat tergantung air pada Waduk Paya Pue, jika waduk tersebut mengandalkan air hujan, petani tetap hanya bisa turun ke sawah setahun sekali,” katanya.

Sementara Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Direktur Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Muhammad Zubir, SH saat meninjau waduk itu kepada media ini mengatakan, pihaknya mengaku akan mengkaji data terkait pembangunan waduk itu.

“Jika ada indikasi penyimpangan, pihak YARA akan memproses secara hukum, seperti janji pihak kontraktor kepada warga, yaitu dalam waduk akan dibangun dua sumur bor di dalam waduk sebagai sumber air, namun kenyataannya hingga kini sumur itu belum dibangun sehingga dalam waduk tidak ada air,” kata Zubir

Karena hal itu lanjutnya, menyangkut hajat hidup orang banyak, yaitu para petani di tiga Kecamatan yang menggantungkan kebutuhan air pengaliran sawah dari embung tersebut.

“Kami bersama masyarakat akan terus memantau dan mendesak kontraktor dan dinas PU Aceh Timur agar membuat embung tersebut sesuai dengan RAP yang ada,” lanjutnya

Sementara itu, koordinator masyarakat Waduk Paya Pue, Musnaini Husen mengaku air waduk tersebut dapat dimanfaatkan oleh tiga Kcamatan yaitu, Kecamatan Julok, Nurul Salam dan Kecamatan Darul Falah, dirinya berharap pihak kontraktor segera menyelesaikan waduk tersebut agar dapat difungsikan.

“Kami masyarakat sekitar waduk itu mengharapkan kepada aparatur hukum di Aceh dapat membantu dan mengusut apa yang sebenarnya terjadi kejanggalan di proyek waduk itu, dan menyerahkan sepenuhnya permasalahan ini kepada penegak hukum,” jelasnya

“Untuk mmebuktikan kepada kami bahwa di Aceh masih ada hukum yang berpihak kepada kesejahteraan rakyat. Demi tekad dan semangat nawacita dan demi ‘program Aceh hebat,” lanjutnya lagi

Tambahnya, melihat kondisi Waduk yang tidak sesuai harapan, petani sangat pesimis dapat bercocok tanam setahun dua kali. Kalau hanya masih mengandalkan air hujan, menurut Musnaini waduk itu berfungsi maksimal.

Sementara Pemilik PT Langsa Indah Lestari, selaku perusahana yang mengerjakan waduk tersebut, Putra saat dihubungi Analisa mengatakan, pembangunan waduk tersebut sudah selesai dikerjakan.

“Terkait ada janji pembangunan sumur bor, coba hubungi Dinas Penerjaan Umum (PU),” katanya singkat. (Alan)

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful