44 Tahun GAM, Harapan dalam Mimpi

Oleh: Azhari S.Sy


Aceh merupakan Provinsi paling Barat di wilayah ujung Sumatera yang berjuluk Serambi Mekkah yang dikenal mempunyai sejarah kelam, Gerakan Aceh Merdeka menjadi simbol perlawanan Rakyat Aceh selama 30 tahun terhadap Indonesia.

Dimasa Konflik Rakyat Aceh menjadi saksi pembunuhan, pemerkosaan, kontak senjat, pembakaran dan lainnya kejadian tersebut tidak akan pernah hilang dari ingatan meskipun sudah 15 Tahun hidup dalam perdamaian.

Pada 4 Desember 1976 inisiator Gerakan Aceh Merdeka Hasan di Tiro dan beberapa pengikutnya mengeluarkan pernyataan perlawanannya terhadap pemerintah RI yang dilangsungkan di perbukitan Halimon di kawasan Kabupaten Pidie. Pada awal pergerakannya, nama resmi yang digunakan adalah AM atau Gerakan Aceh Merdeka.

GAM mampu memersatukan bangsa Aceh untuk menuntut hak namun hingga kini seperti mimpi karena tidak sampai pada tujuan utama untuk Merdeka semuanya berakhir di MoU Helsinki 15 Agustus 2005 dan Aceh kembali ke pangkuan NKRI bersatu memakmurkan Rakyat Rakyat dengan UUPA dan mendapat dana Otsus sempai tahun sampai tahun 2027.

Kini perdamaian Aceh sudah 15 tahun dan GAM sudah mencapai 45 Tahun, sudah saatnya menepati janji sebagai bukti perjuangan, Rakyat harus sejahtera makmur adil sesuai nilai dasar perjuangan yang diproklamirkan Hasan Tiro.

Semua masa lalu, kini seperti dongeng dan mimpi, saat ini semua sudah lupa jati diri, tinggallah penyesalan saat kondisi seperti hari ini, yang dinanti perubahan yang kelihatan hanya bagi-bagi kekuasaan dari elit yang dulunya berjuang dan menggaungkan kemerdekaan.

Nilai dasar perjuangan hilang seperti mimpi pada hal rakyat bersatu dan bersama di garda depan dalam setiap kondisi pada masa konflik dahulu, namun sayang sebagian generasi masa kini menempatkan damai lahir dengan sendirinya tanpa melihat perjuangan selama 30 Tahun, tidak ada yang sanggup membalas jasa rakyat dan syuhada yang telah syahid dalam perjuangan demi bangsa dan generasi Aceh masa depan.

Melihat hasil perjuangan walaupun masih banyak kekurangan yang masih perlu kita benah untuk kebaikan dan perubahan walaupun tidak sesuai harapan dari perjuangan, namun ini semua harus kita rasakan dan jalani demi kemaslahatan agama dan bangsa.

Maka gagasan dan kekompakan bangsa adalah modal perjuangan kembali untuk merebut kemerdekaan yang tertunda dalam konteks Pendidikan dan SDM yang mampu bersaing dan Membawa Aceh maju dan berkembang jadi provinsi yang makmur.
Dari hasil alam yang berlimpah maka Rakyat Aceh harus mampu bersaing dalam NKRI mengwujudkan Rakyat Merdeka dari kemiskinan dan ekonomi maju rakyat sejahtera, jika tidak, maka kita akan jadi penonton di daerah sendiri.

Harapannya jangan sampai sejarah terulang kembali sesudah 45 tahun lalu terjadi, 15 tahun damai Aceh, jangan sampai terusik karena realisi MoU belum maksimal, dan jangan sampai sejarah terulang kembali.

Peringatan Milad GAM ke 45 tahun sudah saatnya kembali bersatu untuk menghilangkan perbedaan pendapat serta harus menciptakan kemajuan baik bidang agama, ekonomi, Pendidikan, sosial, kesehatan, pertanian, berbuat dan menjalankan maka bila ini sia-sia tidak bisa dimanfaatkan maka kekecewaan dan kekerasan akan terulang kembali saat rakyat tidak merasakan keadilan karena ulah pemain dan oknum tertentu membawa nama bangsa demi pribadi dan kelompok.

Momentum milad GAM ini harus jadi renungan bagi kita semua untuk memulai kembali arah dan harapan baru Aceh menuju rakyat sejahtera, yang lalu tidak mungkin kembali namun kedepan ada hal baru yang harus yang sioersiapkan.

Maka anak syuhada dan mantan kombatan GAM umumnya rakyat Aceh ini harus benar-benar di perhatikan, baik di bidang pendidikan ekonomi dan lainnya untuk mencerdaska.

Maka harapan kami pada eks kombatan GAM terus mengawal pemimpin Aceh dan terus berkiprah dalam masyarakat membantu rakyat yang susah bila kini sudah mampu dan kaya karena anak nyatim dan duafa mareka menunggu Harapan bahagia dan sejahtera, kelak seluruh anak syuhada jadi SDM yang membawa perubahan dan melanjutkan perjuangan ini dengan keilmuan dan diplomasi untuk membawa rakyat Aceh Aceh mardeka, harapan ini seperti dalam mimpi tapi akan pasti saat semua mau berjuang kembali.

Disinilah dibutuhkan peran semua elemen rakyat Aceh agar bersatu dan bersama membawa Aceh maju dan harus saling percaya dan waspada propaganda orang lain merusak persahabatan dan kekompakam.

Semoga milad GAM ke 45 tahun ini, terus berlanjut dalam kondisi aman dan damai, jadi renungan bagi rakyat agar lebih cinta pada Aceh dalam bingkai NKRI dan harus saling mendukung demi kemajuan anak cucu, semua harus diikhlaskan apa yang sudah terjadi, awali hal baru agar tidak ditipu kembali dan terus belajar dari setiap kondisi agar tidak terjebak dalam skenario Jakarta.

Semoga perayaan milad GAM tahun 2020 ini mrnjadi momentum menyatukan visi dan misi, bersama kita majukan Aceh dan jangan lupa kita doakan saudara dan sahabat seperjuangan yang sudah syahid agar diampuni segala dosa dan di tempatkan Salam syurga. Alfatihah .

Penulis merupakan Kabid Pemberdaayan Umat Badko HMI Aceh