Harga Sembako Melambung Tinggi, Korban Banjir Bireuen Kelaparan

LINTAS NASIONAL – BIREUEN, Memasuki hari kedelapan bencana banjir besar yang melanda Wilayah Aceh, mengakibatkan sebagian besar Kabupaten/Kota di Aceh terisolir dan lumpuh total.

Salah satunya Kabupaten Bireuen, sejak Rabu 26 November 2025 akibat Intensitas curah hujan tinggi menyebabkan 17 Kecamatan tergenang sehingga melumpuhkan aktivitas pemerintahan, sekolah, hingga layanan publik.

Wilayah yang terdampak masih berada dalam kondisi kritis akibat padamnya listrik, hilangnya akses internet, serta terputusnya jaringan seluler.

Puluhan ribu warga masih terisolir akibat sejumlah jembatan penghubung utama ambruk dan patah, dari 10 jembatan yang putus, 7 diantaranya jembatan rangka Baja, kejadian itu membuat pihak Pemkab, Basarnas sulit melakukan akses untuk melakukan evakuasi.

Diperkirakan Ribuan rumah hancur diterjang banjir, puluhan ribu mengungsi, laporan sementara puluhan warga meninggal Dunia, puluhan lainnya belum ditemukan masih dilakukan pencarian.

Akibat jalan darat dan komunikasi lumpuh total stok makanan menipis, hingga saat ini bantuan masa panik dari propinsi dan dan dari Pusat belum tiba, pengungsi dan masyarakat mulai kelaparan.

Bupati Bireuen, bersama Kapolres, Dandim dan sejumlah Kepala Dinas telah meninjau sejumlah lokasi yang terisolir dengan mengangkut stok makanan seadanya, seperti beras, telur, Indomie dan Minyak.

Karena persediaan terbatas dan belum tibanya bantuan dari Provinsi dan pusat, Bupati Mukhlis bersama Forkopimda berjibaku menyalurkan stok yang ada serta terus berupaya segala cara untuk mengevakuasi masyarakat yang terisolir.

Ribuan masyarakat pada Sabtu 29 November 2025 terlihat mengantri BBM di SPBU Juli dan terjadi antrian panjang di beberapa ATM BSI yang sudah aktif.

“Lampu mati, BBM kosong dimana-mana, harga sembako juga melambung tinggi, uang juga tidak bisa ditarik, banyak warga dan anak-anak yang sudah mulai kelaparan,” ujar Alfian salah satu warga yang sedang mencari kebutuhan Sembako di Kota Bireuen

Menurutnya, pedagang terus menaikkan harga Sembako, seperti telur yang mencapai 180 Ribu 1 papan, begitu juga harga kebutuhan pokok lainnya terus ditekan harganya dikhawatirkan akan terjadi amukan warga.

“Seharusnya pedagang tidak memanfaatkan kondisi musibah ini untuk meraup keuntungan, Pemerintah harus segera turun tangan menegur para pedagang, kondisi seperti ini membuat masyarakat kesulitan, dikhawatirkan akan terjadi penjarahan karena semuanya sedang panik,” tutur Alfian

Hingga saat ini belum diketahui berapa orang korban yang meninggal Dunia, informasi media ini di hari kedelapan musibah banjir sudah puluhan orang ditemukan meninggal Dunia dan puluhan lainnya masih dilakukan pencarian.

Berikut Jembatan di Kabupaten Bireuen yang putus akibat banjir yeng menyebabkan transportasi darat lumpuh total.

1. Jembatan Rangka Baja Rancong Kecamatan Kutablang (Kabupaten)

2. Jembatan Rangka Baja Kutablang Kecamatan Kutablang (Nasional)

3. Jembatan Rangka Baja Pante Lhong Kecamatan Peusangan (Kabupaten)

4. Jembatan Rangka Baja Teupin Reudep Kecamatan Peusangan Selatan (Kabupaten)

5. Jembatan Rangka Baja Ule Jalan Kecamatan Peusangan Selatan (Kabupaten)

6. Jembatan Rangka Baja Teupin Mane Kecamatan Juli (Nasional)

7. Jembatan Rangka Baja Sarah Sirong Kecamatan Juli (Kabupaten)

8. Jembatan Gantung Bale Panah Kecamatan Juli

9. Jembatan Gantung Bivak Kecamatan Juli (AN)