LINTAS NASIONAL – BIREUEN, Ribuan warga dari Enam Gampong yang terisolir di Kecamatan Peusangan Selatan Kabupaten Bireuen baru bisa distribusikan bantuan beras sekitar 2 Ton pada Sabtu 29 November 2025 subuh.
Bantuan bagi warga yang sudah beberapa hari terisolir akibat terputus akses penyeberangan baru mendapatkan bantuan beras, sementara bantuan pokok lainnya belum tersedia.
Camat kecamatan Peusangan Selatan, Saifudin M. Kes mengatakan, untuk warga dari Enam Gampong yang terisolir akibat terputus jembatan Rangka Baja di Gampong Ule Jalan sudah mulai disalurkan.
Dikatakan Saifuddin, bantuan beras telah disalurkan bagi warga Gampong Darusalam pada Sabtu sekira pukul 04: 00 WIB yang diangkut menyeberangi sungai dengan cara menggunakan batang kelapa dan tali tambang sebagai alat bantu penyeberangan.
“Khusus untuk warga Gampong Darusalam sekira pukul 04 : 00 WIB sudah bisa disalurkan beras,” ujarnya.
Camat Saifuddin menuturkan, bagi warga yang belum mendapatkan bantuan, pihaknya akan melanjutkan penyaluran pada Sabtu siang, karena menunggu masyarakat menyiapkan rakit sebagai alat bantu penyeberangan.
“Insyaallah sekitar jam 12.00 siang sudah siap rakit, kami akan menyalurkan bantuan bagi warga yang belum mendapatkan beras,” kata Saifuddin.
Saifuddin mengaku, untuk sementara bantuan yang tersedia cuma beras, sementara untuk bantuan lain seperti mie instan dan telur belum ada.
“Untuk sementara beras sudah standby didekat lokasi penyeberangan, bantuan yang ada cuma beras sementara bantuan lainnya seperti mie instan dan lainnya tidak ada sama sekali,” sebut Saifuddin.
Saifuddin menyebutkan , untuk sementara belum terdapat masyarakat yang sakit maupun ibu melahirkan yang harus segera di evakuasi karena masih bisa tertangani.
“Bila ada masyarakat yang mendesak harus dievakuasi kami siap membantu masyarakat” katanya.
Camat Saifuddin menambahkan, Kecamatan Peusangan Selatan termasuk daerah terparah dampak bencana alam banjir bandang dan tanah longsor sehingga mengakibatkan terputusnya jembatan dan sejumlah rumah warga tertimbun longsor.
“Selain jembatan terputus, terdapat sembilan rumah warga Gampong Lueng Baro rusak parah akibat tertimpa tanah longsor,” pungkasnya.








