Alumni SPK Bireuen Gelar Belajar Umum untuk Para Siswa

LINTAS NASIONAL – BIREUEN, Alumni Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 2011 Muhammadiyah Bireuen gelar acara temu ramah dengan para dewan guru.

Silaturrahmi itu dilaksanakan sebagai momentum temu ramah antara para alumni dan dewan guru menjelang akhir tahun 2022.

Ns. Didi Suryadi S.kep salah satu alumni SPK Muhammadiyah Bireuen sekaligus pemateri kepada lintasnasional.com pada Kamis 15 Desember 2022. mengungkapkan acara silaturrahmi itu digagas berbarengan dengan “Belajar Umum” Kepada siswa-siswi SMK Muhammadiyah.

“Ini merupakan kunjungan pertama alumni SPK 2011 silaturrahmi dalam momentum menjelang akhir tahun,” kata Didi.

Dalam sambutannya, di hadapan para guru dan peserta yang hadir, Didi begitu bersemangat memotivasi siswa-siswi SMK Muhammadiyah Bireuen.

“Teruslah menggali ilmu untuk menjadi perawat- perawat hebat untuk generasi kedepan, perawat adalah komponen terbesar di pelayanan kesehatan, ilmu kesehatan teruslah berkembang, semakin berkembangnya ilmu kesehatan semakin pula tingginya tuntutan di pelayanan kesehatan,” sela Didi.

Sementara itu, ketua panitia pelaksana “Belajar Umum”, Nazariah Amd. Kep mengatakan, kegiatan ini digelar untuk mempererat tali silaturahmi antara alumni dan¬†dewan guru SMK Kes Muhammadiyah Bireuen.

“Semoga dengan terlaksananya kegiatan ini, hubungan alumni dan dewan guru harmonis serta selalu akrab,” ujar Nazariah.

Di samping itu, kepala SMK Muhammaddiyah Bireuen, Usman Spd.I menyambut baik kegiatan yang digagas oleh para alumni SMK tahun 2011.

Menurutnya, yang hari ini telah digagas oleh para alumni merupakan suatu hal yang baik dan positif. Harapannya dapat menjadi contoh bagi para siswa-siswi kedepan, maupun yang masih aktif.

“Saya mengapresiasi para alumni yang telah melaksanakan Belajar Umum ini. Niscaya, apa yang telah diberikan menjadi pelajar bagi kita semua,” ujarnya.

Selain itu, dr Nelli Setiawati selaku pemateri dan juga alumni SPK Muhammadiyah Bireuen menyebutkan semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi kita bersama dan ilmu yang didapatkan hari ini dapat diimplementasikan dengan baik.

Dalam kegiatan itu, Nelli memaparkan materinya terkait manfaat pemberian asi eklusif pada bayi. Sebagaimana peran ibu dalam memberikan kehidupan yang layak untuk anak dengan pola asuh yang baik.

“Terutama menjaga kesehatannya baik secara fisik maupun mental, yaitu dengan memberikan asi eklusif dari sejak 0 sampai 6 bulan tanpa makanan dan minuman pendamping lainnya,” jelas Nelli. (Adam Zainal)