ARC-USK dan Alumni Australia Aceh Gelar Kegiatan Saweu Gampong

LINTAS NASIONAL – PIDIE, Aceh Australian Alumni (AAA), Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala gelar kegiatan “Jak Saweu Gampong,” di Desa Pulo Seupeng Kecamatan Keumala Kabupaten Pidie pada Minggu 10 Januari 2020.


Dalam kunjungan tersebut AAA, ARC Universitas Syiah Kuala dan Gampong Pulo Seupeng juga melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman Kerjasama (MoU) sebagai binaan ARC Universitas Syiah Kuala dan Aceh Australian Alumni.

MoU ditandatangani oleh Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah AAA Dr. Ir Dyah Erti Idawati, MT, Ketua ARC Dr. Syaifullah Muhammad, ST, M.Eng dan Kepala Desa Pulo Seupeng, Razali disaksikan oleh anggota AAA, perangkat gampong dan juga masyarakat setempat.

Pada kegiatan dalam rangkaian Program Jak Saweu Gampong 2021 ini dilakukan berbagai penyuluhan oleh Akademisi dan Praktisi dari Universitas Syiah Kuala, ARC-USK, Universitas Abulyatama, RSUZA, Sekolah Pertanian Saree, Islamic Vocational School Alfata yang berhimpun dalam Alumni Australia Aceh, juga dari Bappeda Aceh dan DPMG Aceh.

Materi penyuluhan meliputi Metode penyaringan karbon aktif, Budidaya nilam, Prokes COVID 19, Tanaman Obat, Pendidikan Karakter Usia Dini, Penentuan Arah Kiblat menggunakan aplikasi satelit, Pemanfaatan Energi Matahari, Penggunaan Internet Sehat, Pemanfaatan lahan untuk tanaman sela dan kebun tanaman obat rumah tangga dan lain lain.

Materi tersebut disampaikan oleh Dr. Syaifullah Muhammad, M.Eng, dr. Risya Firlana, Ema Dauyah, M.Ed, Nadia Fajria Alfata, M.Ed, Dr. Suhrawardi Ilyas, M.Sc, Dr. cut Dewi, Muslim Amiren, M.InfoTech, Ir. Sugianto, M.Sc, PhD, Edi Fadhil dan juga Abdul Hamid. Kegiatan juga dilanjutkan dengan penyerahan alat penyaring air bersih karbon aktif, yg dilakukan oleh Dr. Dyah Erti Idawati, selaku Wakil Ketua Alumni Australia Aceh sekaligus Ketua PKK Propinsi Aceh.

Dalam sambutannya Ketua ARC dan sekaligus juga Ketua Umum Aceh Australian Alumni (AAA), Dr. Syaifullah Muhammad, menyatakan bahwa penandatanganan Nota Kesepahaman ini adalah komitmen AAA, ARC, dan stakeholder lainnya untuk membantu dan mendukung pembangunan masyarakat gampong Pulo Suepeng. Sehingga nantinya dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Dengan nada yang sama, Ketua ARC Syiah Kuala juga menyampaikan bahwa ARC siap mendampingi sepenuhnya pengembangan masyarakat Pulo Seupeng terutama pendampingan pengembangan tanaman nilam dan membantu pemasaran minyak nilam kepada Perancis.

“Seluruh negara di dunia maju karena peran kalangan terdidik yang turun ke masyarakat memberikan pengetahuan dan pengalaman, penerapan teknologi dan inovasi untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat serta dukungan program pembangunan dari pemerintah secara komprehensif’ ujar Syaifullah.

Sebelumnya Keuchiek Pulo Seupeng Razali, menyatakan rasa gembiranya terhadap kedatangan Alumni Australia dengan berbagai kegiatan penyuluhan, pemberian bantuan alat penyaring air dan penandatanganan MoU, dan berharap program-program yang telah direncanakan dapat berjalan, sehingga, masyarakat akan dapat memberdayakan dirinya dan gampong dengan sumberdaya yang ada.

Razali juga menguraikan potensi dan situasi Desa Pulo Seupeng yang sangat memerlukan dukungan pemerintah dan perguruan tinggi untuk lebih berkembang.

“Kami masyarakt Pulo Seupeng sangat mengharapkan uluran tangan Pemerintah untuk mendukung berbagai program desa khususnya terkait padi, nilam dan juga tanaman pertanian dan perkebunan lainnya. Selain itu Pulo Seupeng juga berharap agar BUMG dapat berkembang dengan berbagai usaha berbasis gampong”, Jelas Razali.

Sementara itu Ketua PKK Aceh, Dr. Dyah Erti Idawati, dalam sambutannya menyampaikan dukungan penuh dari Pemerintah Aceh untuk berbagai program pemberdayaan masyarakat gampong. Dyah berharap agar masyarakat bisa kompak dan saling bersinergi agar bantuan pemerintah dapat digunakan secara optimal dan bermanfaat untuk pengembangan ekonomi masyarakat.
“Kita berharap bantuan pemerintah dapat disalurkan secara tepat kepada yang berhak dan dimanfaatkan secara baik agar bantuan itu berdaya guna bagi ekonomi masyarakat” Ujar Dyah.

“Kami sering menemukan bantuan pemerintah kadang tersimpan begitu saja dan tidak tergunakan atau malah menimbulkan perselisihan antara masyarakat dengan apparat gampong. Hal seperti ini harus dihindari karena akan menyebabkan dana pemerintaha akan terbuang sia-sia. Perlu identifikasi penerima bantuan pemerintah secara tepat oleh aparatur desa” ujar Dyah melanjutkan.

Pada akhir kegiatan, Dyah Erti Idawati juga mencoba alat penyaring air karbon aktif yang bisa membersihkan air keruh menjadi bening, sebening air kemasan serta menyerahkannya kepada Keusyik Gampong Pulo Seupeng. (Red)