Beda Sikap dengan AHY, Ferdinand Hutahaean Mundur dari Demokrat

Beda Sikap dengan AHY, Ferdinand Hutahaean Mundur dari Demokrat

LINTAS NASIONAL – JAKARTA, Mengejutkan, Politisi Ferdinand Hutahaean menyatakan mengundurkan diri dari Partai Demokrat. Keputusan itu ia sampaikan pertama kali dalam akun twitternya @FerdinandHaean3, Minggu 10 Oktober 2020


“Jadi kalau sekarang pun saya akan pergi dari Partai Demokrat, itu juga karena soal prinsip dan keyakinan politik, jalan politik kebangsaan yang saya yakini terlepas apakah saya salah atau benar dengan prinsip yang saya yakini. Saya memutuskan untuk pergi dan akan mengundurkan diri!,” ucap Ferdinand.

Dikitip CNN, Ferdinand bakal secara resmi menyerahkan surat pengunduran diri kepada DPP Partai Demokrat pada Senin 12 Oktober 2020 besok.

Mantan Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto – Sandiaga Uno ini mengungkapkan alasannya pergi adalah karena berbeda sikap politik dengan partai. Termasuk soal Omnibus Law Cipta Kerja.

“Ini puncak dari dari beberapa perbedaan politik dan prinsip antara saya dengan pengurus dan sikap partai, sudah beberapa hal antara saya dan pengurus baru ini berbeda pandangan terhadap isu-isu politik,” ujar dia.

Baca Juga:  Putri Ma'ruf Amin Ajak Raffi Ahmad Jadi Pendamping di Pilwalkot Tangsel

“Dan terakhir kemarin soal RUU Ciptaker ada perbedaan prinsip yang sangat mendasar sehingga saya memilih memutuskan untuk pergi sebagai sikap penghormatan saya kepada partai ini atas sikapnya dan untuk membebaskan saya bersikap ke depan,” lanjutnya.

Jadi kalau sekarang pun saya akan pergi dari Partai Demokrat, itu jg krn soal prinsip dan keyakinan politik, jalan politik kebangsaan yang sy yakini terlepas apakah saya salah atau benar dgn prinsip yg saya yakini.

Partai Demokrat sebelumnya menyatakan menolak Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja. Dalam rapat paripurna di DPR, Senin (5/10/2020) Fraksi Demokrat memutuskan untuk walk out.

Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta maaf kepada buruh dan pekerja atas kegagalan partainya membendung pengesahan aturan baru tersebut. (CNN)