Hagia Sofia dan Keajaiban Al-Qur’an

Oleh: Raidah Athirah

”Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia…” (QS Ali Imran ayat 140)

“Sesungguhnya Allah akan memuliakan suatu kaum dengan kitab ini (Al-Quran) dan menghinakan yang lain.” (H.R. Muslim).

Bagi Anda yang agak terkejut dengan diubahnya status Hagia Sofia dari museum menjadi Masjid mari membaca sepintas sejarah identitas akan bangun ini.

Mengapa perlu memahami akan akar sejarah? Selalu saya tuliskan bahwa pemahaman akan akar sejarah akan membuka, bukan saja cakrawala berpikir tapi yang paling mendasar memahami akan dasyatnya informasi dari kitab suci Al-Quran.

Titik paling mendasar yakni meyakini bahwasanya janji Allah itu pasti dan sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Menjaga kemurnian dari agama Islam.

Turki dan sejarahnya adalah Titik-Titik Sejarah Islam yang menakjubkan sekaligus keruntuhan akan kekhalifaan menunjukkan akan dasyatnya informasi Al-Quran tentang masa kini, masa lalu dan masa yang akan datang.

Saya akan mengingatkan Anda kembali dengan menguraikan dengan sing kat titik perjalanan Hagia Sofia dan Kekhalifaan Turki Usmani.

Semua orang di dunia tahu bahwa Hagia Sophia adalah gereja Kristen yang dibangun antara 532 M dan 537 M pada masa pemerintahan Kaisar Justinian I. Sultan Mehmed II mengubah gereja itu menjadi masjid dan berlangsung sampai tahun 1924 ketika kekhalifahan dihapuskan.

Pada tahun 1925, turban dan fez (kopiah ala Usmani) dilarang di Turki. Ini baru permulaan.

Pada tahun 1928, alfabet Turki yang ditulis dalam bahasa Arab dilarang dan diganti dengan alfabet Latin. Pada tahun 1932, mereka melarang adzan dibuat dalam bahasa Arab dan diganti dengan terjemahan Turki – ini berlanjut selama 18 tahun yang lebih menyakitkan.

Baca Juga:  TA Khalid Jangan Latah Soal BBTNGL

Mengapa harus menguraikan hal ini kembali? Supaya Anda tahu bahwa Hagia Sophia bukanlah sekadar masjid biasa. Ia adalah simbol dipergilirkannya sebuah masa (waktu) dan kepemimpinan. Dan Al Qur’an telah menyebutkan dengan jelas.

“Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang yang kafir”. (QS.Ali Imran (3): (140-141).

***
Orang-Orang yang rajin membaca Sejarah pasti takkan lupa bahwa pada tahun 1934, Hagia Sophia diubah menjadi museum setelah didirikan sebagai Masjid selama hampir 500 tahun.

Bisakah Anda bayangkan selama hampir 500 tahun berdiri megah dengan identitas sebagai Masjid kemudian di museumkan?

Ini adalah masa permulaan dari berlangsungnya penindasan terhadap simbol-simbol Islam.

Pertanyaannya, mengapa demikian?

Jilbab dipandang rendah, dikucilkan dan dibuat berkecil hati bagi yang berani mengenakannya. Ulama ditindas dan dibunuh. Ini bukan karangan saya. Silahkan Anda cari di dunia Internet yang sangat terbuka ini.

Madrasah ditutup. Para religius diganggu dan disiksa. Para Sufi zawiyas dan awliya menjadi sasaran dan upaya untuk melucuti Islam dan Nabi ﷺ Islam dari hati orang-orang beriman berlangsung dari bata demi bata.

Baca Juga:  Rindu Karya Seniman Aceh

Anda tidak paham mengapa Hagia Sofia adalah kisah yang luar biasa. Karena Anda belum meyakini akan sebuah akar paling kuat, akar tauhid bahwa terlepas dari semua upaya ini, Islam masih terus berlanjut dan berjaya.

Karena sekali lagi tidak semua orang paham bahwa Allah telah mengambil alih agama-Nya dan tidak ada yang dapat memadamkan Cahaya-Nya.

Generasi kuat yang dulu berdakwah tentang Islam yang mulia dan di gantikan oleh generasi lemah dan jahat menunjukkan bahwa Allah mempergilirkan dan Dia jua Tuhan Yang Maha Menjaga.

Generasi pecinta Islam telah berlalu, tergantikan dan di gantikan. Mereka telah pergi tetapi Dien(agama) ini masih dan terus meningkat.

Bukankah Rasūlallāh ﷺ telah berjanji bahwa Islam akan mencapai setiap sudut dan setiap tempat, apakah orang suka atau tidak. Islam akan menjangkau setiap jengkal tanah anak Adam. Nabi adalah manusia yang paling jujur ​​dan semua yang beliau uraikan akan terjadi.

“Agama ini akan menyebar sejauh jarak yang dicapai malam dan siang, dengan kemulian orang yang mulia dan kehinaan orang yang terhjina ; yaitu kemuliaan yang dengannya Allah akan memuliakan Islam dan penganutnya, dan menghinakan kesyirikan dan pengikutnya”.(HR Bukhari & Muslim)

Saya bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang layak disembah selain Allah dan bahwasanya Sayyiduna Muhammad ﷺ adalah Nabi dan Utusan-Nya.

Penulis Merupakan Perantau Indonesia yang Tinggal di Warsawa