Kronologi Pelarian Warga Aceh yang Diduga Positif Covid19, Berikut Hasil Tes Pihak Malaysia

Foto: Presiden Komunitas Melayu Acheh Malaysia (KMAM) Datuk Haji Mansyur bin Usman

LINTAS NASIONAL – MALAYSIA, Komunitas Melayu Acheh Malaysia (KMAM) berhasil melakukan pendekatan persuasif terhadap Tiga warga Aceh di Malaysia yang diduga terpapar Covid19 agar menyerahkan diri untuk dilakukan penanganan lebih lanjut pada Kamis 21 Mei 2020.

“Alhamdulillah mendapatkan sambutan baik dari ketiganya, mereka dengan suka rela menyambut uluran tangan pihak KMAM dalam mencari solusi yang terbaik
untuk menyelesaikan masalah ini difasilitasi oleh KMAM, proses evakuasi ke rumah sakit berjalan dengan lancar sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku”, kata Presiden KMAM Haji Mansyur Bin Usman pada Kamis 21 Mei 2020.

Selain itu, KMAM juga ingin menyampaikan kronologi untuk meluruskan kesimpangsiuran berita yang mungkin saja membawa dampak negatif bagi beberapa pihak.

Menurut KMAM Kronologi kejadian tersebut, semua sektor konstruksi Pemerintah Malaysia menerapkan kebijakan bahwa kerja-kerja dapat dilakukan dengan syarat semua pekerja yang terlibat wajib mengikuti saringan (tes) Covid-19, mereka baru dibenarkan bekerja jika hasil tes tersebut adalah negatif.

Sementara Pada 13 Mei 2020, sebuah perusahaan konstruksi pembangunan jalan yang beralamat di Lukut, Port Dickson, Negeri Sembilan menjalankan saringan Covid-19 terhadap 26 pekerja mereka yang tinggal di ‘rumah kongsi’ yang disediakan oleh perusahaan itu.

Baca Juga:  Iran Keluarkan Surat Perintah Penangkapan Donald Trump

Pada 18 Mei, pihak kesehatan setempat memberitahukan bahwa seorang pekerja dari Indonesia positif terpapar Covid-19. Lalu pekerja itu dibawa ke Rumah Sakit Sungai
Buloh untuk dirawat.

Karena ada satu orang pekerja yang positif terpapar Covid-19, maka Klinik Kesehatan
Sungai Pelek, Sepang, Selangor memerintahkan perusahaan tersebut untuk membawa semua pekerja yang tinggal di ‘rumah kongsi’ untuk menjalani saringan kali kedua di klinik tersebut pada 19 Mei 2020. Dalam saringan kedua itu ada dua pekerja warga Bangladesh yang positif terpapar Covid-19 sehingga mereka berdua pun dibawa ke Rumah Sakit Sungai Buloh untuk dirawat.

Oleh karena informasi yang simpang siur dan rendahnya literasi mengenai Covid-19 di kalangan para pekerja konstruksi ini, maka ketika mendapatkan perintah untuk menjalani saringan kali kedua padahal dalam saringan pertama hasilnya negatif, beberapa pekerja di sana segera saja merasa panik dan akhirnya melarikan diri. Ternyata diantara yang melarikan diri ini adalah tiga warga dari Acheh.

Dalam hal ini KMAM sekali lagi mengharapkan agar semua pihak kini dapat merasa tenang karena ketiga
warga dari Acheh tersebut sudah pun menyerahkan diri. Ketua Polisi Daerah Sepang, Asisten Komisioner Wan Kamarul Azran Wan Yusof, seperti diberitakan oleh salah satu media berbahasa Inggris di Malaysia menyebutkan bahwa hasil tes pertama untuk ketiga orang ini
adalah negatif.

Baca Juga:  Dianggap Meninggal Karena Tsunami 16 Tahun Lalu, Pria Malaysia Temukan Anak dan Istrinya di Aceh Lewat Media Sosial

Hasil Tes Pertama Negatif

“Mereka tadi pagi (Kamis-red) langsung dibawa ke Klinik Bandar Tun Hussein Onn untuk menjalani tes tahap kedua. Sekarang ini, ketiganya, ditempatkan di salah satu pusat karantina di kawasan Bangi, Selangor untuk mendapatkan pemantauan sambil menunggu hasil tes tahap Kita berharap hasil tes tersebut adalah negatif sehingga ketiganya bisa segera keluar dari
pusat karantina itu.

KMAM sekali lagi mengucapkan ribuan terima kasih kepada semua pihak, baik Pemerintah Malaysia, atau pihak lain yang tidak dapat disebutkan namanya satu per satu, yang sudah membantu baik langsung atau tidak langsung dalam melakukan proses fasilitasi dan persuasif ini.

KMAM berharap kerjasama seperti ini dapat terus kita lakukan dan tingkatkan dalam segala bidang serta terus berlanjut pasca wabah virus corona berakhir,” Demikian
Presiden Komunitas Melayu Acheh Malaysia Datuk Haji Mansyur bin Usman (Red)