Penerima Proyek Irigasi di Bireuen Keberatan Fee 30 Persen ke Oknum yang Mengaku Timses DPR RI

LINTAS NASIONAL – BIREUEN, Terkait terjadinya Pungli terhadap Kelompok Tani penerima Program Padat Karya Tunai (PKT) melalui Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) senilai 195 Juta mengaku diminta fee sebesar 30 persen.


Menurut pengakuan salah satu Ketua Kelompok dari awal segala pengurusan hanya Keuchiek dan Kelompok Tani di depan dari penerbitan SK, Notaris hingga P3A.

“Kelompok dan Keuchik yang mengurus administrasi ke Kabupaten dengan anggaran 195 Juta untuk pembangunan saluran irigasi untuk sejumlah Desa di Kecamatan Kami, ketika mulai pekerjaan, untuk tahap pertama kami menerima uang di rekening sebesar 70 persen,” katanya pada Selasa 15 Agustus 2020.

Lanjutnya, saat pekerjaan dimulai, datanglah sejumlah oknum pihak ketiga yang meminta fee sebanyak 30 persen.

“Kami para petani sangat terkejut, sedangkan pekerjaannya swakelola, begitu masuk uang kenapa ada pihak ketiga, satu tandatangan pun tidak melibatkan oknum tersebut,” katanya

Ia juga mengungkapkan alasan oknum tersebut meminta fee 30 persen mereka yang mengusulkannya ke pusat.

“Ini kami yang naikkan, sedangkan orang kalian tidak mengeluarkan uang sedikitpun, jadi kami punya hak 30 persen,” kata Ketua Kelompok menirukan ucapan oknum tersebut.

Lanjutnya, mereka mengatakan Bantuan tersebut dari Aspirasi dari salah satu Anggota DPR RI asal Bireuen, selaku Tim fee 30 persen tersebut merupakan hak mereka.

Baca Juga:  Hati-Hati Lepas Sapi di Desa Ini, Pemilik Akan di Denda 300.000

“Dari sejumlah Kelompokbtani yang mendapatkan bantuan yang sama hingga saat ini ada yang sudah diberikan ada yang belum, darimana kami mrndapatkan uang jika mereka terus mendesak kami,” tanyanya

Lebih lanjut ia mengatakan, mereka mengaku Tim salah satu Anggota DPR RI, yang perlu diusut katanya, siapa dalangnya sehingga mereka berani meminta fee sebesar itu.

“Mereka bukan sendirian tapi oknum tersebut berkelompok, sudah punya jatah masing-masing Gampong, ditempat lain, oknum lagi yang datang, tapi tetap mengaku dari Tim DPR RI, senadainya mereka meminta hanya uang minum, kami Ikhlas memberikannya,” katanya yang didampingi sejumlah kelompok Tani lainnya.

Katanya, saat ini di Kabupaten Bireuen semua Desa yang mendapatkan bantuan tersebut ada yang sedang dikerjakan dan ada yang sudah selesai namun menurut informasi, semua Kelompok Tani mengalami hal yang sama.

Dirinya juga mendapat informasi dari kelompok-kelompok Tani Lain yang juga mendapatkan bantuan yang tersebut, mereka juga mengeluhkan hal yang sama, bahkan ada yang sudah menyetor sejumlah uang kepada Oknum tersebut.

Seperti diketahui Pada tahun 2020 pelaksanaan P3-TGAI menjangkau 10.000 lokasi dengan total anggaran Rp 2,25 triliun di seluruh Indonesia

P3-TGAI merupakan program Presiden Jokowi melalui Kementerian PUPR sejak ia menjabat untuk membangun infrastruktur kerakyatan seperti jaringan irigasi kecil sehingga air dapat mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani.

Baca Juga:  Innalillahi, Mantan Bupati Bireuen Nurdin Abdurrahman Meninggal Dunia

Anggaran masing-masing desa penerima manfaat sebesar Rp 195 juta digunakan untuk belanja material dan upah, Pelaksanaan program berupa pembangunan irigasi kecil dengan pemasangan batu kali sepanjang 200 – 350 meter dan jalan produksi yang dikerjakan oleh para petani.

Namun yang terjadi di Kabupaten Bireuen sangat bertentangan dengan apa yang di programkan oleh Pemerintah, memang sudah menjadi Rahasia umum bantuan tersebut dimanfaatkan untuk menaikkan pamor salah satu anggota DPR RI oleh segelintir oknum yang mengaku sebagai Tim Sukses.

Mereka meminta sejumlah uang, bahkan meminta mengerjakan proyek tersebut dengan menjual nama anggota DPR RI tersebut bahkan terang-terangan mengaku uang tersebut akan disetorkan kepada Anggota DPR RI tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, lintasnasional.com belum mendapat klarifikasi dari sejumlah oknum tersebut dan informasi jelas berapa jumlah keseluruhan PKT P3-TGAI dari Kementerian PUPR tersebut di seluruh Kabupaten Bireuen.

Namun pihak lintasnasional.com sudah mendapat laporan dari sejumlah kelompok Tani yang mendapat bantuan tersebut, mereka mengeluhkan hal yang sama serta menjual nama Anggota DPR RI yang sama. (Red)