Putranya Jadi Parjurit TNI, Din Minimi: Harapan Baru dan Sebuah Kebanggaan

LINTAS NASIONAL – BANDA ACEH, Rizki Maulana anak dari mantan Pimpinan Kelompok Bersenjata di Aceh Nurdin Ismail alias Din Minimi jadi sorotan setelah ia dinyatakan lulus seleksi menjadi prajurit TNI AD baru-baru ini.


Dilansir dari Antara, Rizki Maulana lolos seleksi sekolah calon bintara (Secaba) PK TNI AD tahun 2020.

Rizki lahir pada 12 Oktober 2002, ia merupakan anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Din Minimi dan Herlinawati.

Rizki saat ini telah berada di Rindam Iskandar Muda Mata Ie Aceh Besar untuk persiapan pendidikan.

Seperti diketahui, Din Minimi merupakan warga Desa Ladang Baro, Kecamatan Julok, Aceh Timur yang tercatat sebagai mantan pimpinan KKB Aceh Timur, yang 28 Desember 2015 lalu menyerahkan diri setelah berdialog dengan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen TNI (Purn) Sutiyoso.

Din Minimi mengaku sangat bersyukur dan bahagia anaknya bisa lulus sebagai prajurit TNI AD.

Atas kelulusan putranya itu, Din Minimi menggelar acara syukuran di kediamannya kawasan Lamdom, Banda Aceh pada Sabtu 26 September 2020.

Panglima Kodam (Pangdam) Iskandar Muda Mayjen TNI Hassanudin turut hadir memenuhi undangannya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan COVID-19.
Berikut rangkuman fakta pengakuan Din Minimi:

Ada peran Sutiyoso dan Danrem 011/Lilawangsa

Din Minimi juga menjelaskan, perjuangan putranya lulus seleksi TNI AD tidak lepas dari peran Sutiyoso dan Danrem 011/Lilawangsa masa itu Mayjen TNI A Daniel Chardin, yang membuka wawasannya tentang menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pada 2013, kata Din, dirinya masih bergeriliya di hutan Aceh Timur dan Aceh Utara.

Ia mendapat kesempatan berbicara melalui sambungan selular dengan Danrem 011 Lilawangsa Daniel Chardin, yang kini menjabat sebagai Wadanpussenif Kodiklatad.

Dalam pembicaraan itu, lanjut Din, Danrem 011 Lilawangsa tersebut meminta agar putra pertamanya tersebut menjadi abdi negara, baik sebagai personel Polri atau prajurit TNI.

Baca Juga:  Akhirnya, Kegiatan Touring Hari Damai Aceh Dibatalkan

“Itu disampaikan Pak Daniel saat saya masih di gunung melalui telefon. Bahkan sampai beliau (Daniel, red) juga datang ke rumah saya” kata Din.

Mempersiapkan putranya jadi abdi negara
Waktu itu, Rizki Maulana masih duduk di bangku kelas dua MTsN Julok Aceh Timur.

Kemudian, kata Din, pasca dia dan 120 anggota menyerah, dirinya langsung mempersiapkan putranya itu untuk menjadi seorang abdi negara.

“Dia sendiri (Rizki, red) yang memilih ingin masuk TNI, saya hanya memberi pilihan kepada dia” kata Din.

Din mengaku terus membina anaknya itu mulai latihan fisik, mental, hingga ideologi.

“Sejak turun gunung itu saya langsung membina dia, mulai dari latihan fisik, kesehatan, mental, ideologinya, saya ajari dia supaya dalam NKRI. Dibantu juga sama teman-teman Koramil,” kata Din, lagi.

Pangdam IM Mayjen TNI Hassanudin ikut mengarahkan

Selain itu, kata Din, Pangdam IM Mayjen TNI Hassanudin juga pernah mengarahkan kepada dirinya agar anaknya benar-benar dipersiapkan sebaik mungkin, dengan harapan dapat lulus dalam seleksi Secaba PK TNI AD tahun 2020.

“Kata Panglima waktu itu, apabila anak saya dipersiapkan dengan baik, semua persyaratannya baik, bagus, pasti akan lulus” katanya.

Harapan baru

Kelulusan Rizki menjadi prajurit TNI AD merupakan harapan baru bagi Din Minimi.

“Kelulusan anak saya ini harapan baru bagi saya, apalagi Panglima mengarahkan anak saya ke arah jalan yang tepat. Anak saya sudah saya serahkan untuk mengabdi kepada negara” tutur Din.

Pangdam IM Mayjen TNI Hassanudin mengatakan bahwa Din Minimi telah mempersiapkan putranya itu dengan baik, sehingga berhasil lulus dalam seleksi Secaba PK TNI AD tahun 2020.

Tentu, kata Pangdam IM, dengan mengikuti serangkaian seleksi yang panjang, ketat, serta adil dan transparan.

“Memang putranya beliau memenuhi syarat dan kriteria yang kita harapkan.
Tentunya hal ini disiapkan beliau dari jauh hari, mulai syarat fisik, mental, akademik, dan lain sebagainya” kata Hassanudin

Baca Juga:  Relawan Gampong Pencegah Covid19 se Kecamatan Setia Abdya Ikuti Pelatihan

Pangdam IM Mayjen TNI Hassanudin bangga

Pangdam IM Mayjen TNI Hassanudin mengaku ikut senang dan bangga putra daerah seperti Rizki bisa jadi generasi baru TNI AD.

“Sehingga saya sebagai Pangdam IM merasa senang, merasa bangga bahwa putra daerah seperti anak Pak Din ini menyiapkan diri untuk menjadi re-generasi TNI AD” katanya lagi.

Pangdam IM menegaskan bahwa semua orang memiliki hak untuk mengabdi kepada negara melalui TNI AD.

Kesempatan itu terbuka lebar bagi siapapun, hanya saja perlu dipersiapkan diri dengan baik untuk mengikuti seleksi.

“Tentunya ke depan saya imbau kepada semua keluarga kita di Aceh, kalau memang ada yang berkeinginan, bercita-cita ingin mengabdikan diri melalui jalur TNI AD” ujarnya.

Saya sebagai Pangdam IM sangat membuka selebar-lebarnya kesempatan itu dengan catatan persiapkan diri sebaik mungkin tentu karena persyaratan-persyaratan yang diberikan tidak ada yang rahasia semuanya terbuka, katanya.

Siapa Din Minimi?

Melansir dari Wikipedia, Din Minimi memiliki nama asli Nurdin bin Ismail Amat, Ia lahir pada tanggal 10 Agustus 1979.

Din Minimi adalah seorang mantan militan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang memimpin kelompok bersenjata di Aceh pada awal 2010an.

Lahir di Aceh Timur, ia masuk gerakan separatis pada 1997.

Setelah proses damai di Aceh, Minimi menjalani waktu mengerjakan berbagai pekerjaan sebelum memimpin kelompok penjahat bersenjata, yang meresahkan pemerintahan provinsi Aceh yang baru.
Pada Oktober 2014, ia secara terbuka mendeklarasikan pendiriannya, dan, setelah kematian dua personil Tentara Nasional Indonesia, melakukan konflik dengan Angkatan Bersenjata dan Kepolisian Indonesia.

Pada akhir 2015, Minimi sepakat untuk menyerah kepada pemerintah pusat dalam pertukaran untuk amnesti.

Pemberian amnesti menimbulkan banyak kontroversi, dan pada 2018, amnesti tersebut belum secara resmi diberikan. (Red/Tribunnews)