LINTAS NASIONAL – LHOKSEUMAWE, Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., menyatakan dukungan penuh kepada Edi Saputra, S.H., M.M. yang akrab disapa Edi Obama untuk maju sebagai calon Ketua Dewan Pembina Yayasan Almuslim pada periode mendatang.
Dukungan ini disampaikan dalam sebuah pertemuan bersama Edi dan sejumlah tokoh masyarakat Peusangan pada Minggu, 18 Oktober 2026.
Sebagai putra asli Peusangan, Sayuti berharap proses pergantian kepemimpinan Yayasan Almuslim dilaksanakan secara terbuka, demokratis dan bermartabat melalui musyawarah.
Ia menekankan pentingnya memberikan ruang penuh kepada pemilik mandat dan suara sah dari empat kecamatan di wilayah Peusangan Raya, yaitu Kecamatan Peusangan Induk, Peusangan Siblah Krueng, Peusangan Selatan, dan Jangka.
“Yayasan Almuslim bukan milik pribadi atau kelompok, melainkan amanah besar dari ulama, indatu, dan masyarakat Peusangan. Harta wakaf harus dijaga dan dikelola dengan penuh tanggung jawab, karena pertanggungjawabannya bukan hanya di dunia, tetapi juga di hadapan Allah SWT,” tegas Sayuti Abubakar.
Menurutnya, Yayasan Almuslim adalah warisan berharga para ulama, indatu, dan wakaf masyarakat yang harus dijaga keberlangsungannya demi mencerdaskan generasi bangsa.
“Oleh karena itu, tata kelola yayasan ke depan harus semakin transparan, akuntabel, dan profesional, serta senantiasa berlandaskan prinsip amanah dan tanggung jawab,” tutur Sayuti Abubakar
Sementara itu, Edi Saputra menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan atas dukungan yang diberikan. Namun demikian, ia menegaskan bahwa keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan para pemilik suara yang sah melalui mekanisme musyawarah.
“Saya tidak ingin mendahului kehendak para pemilik suara. Bagi saya, Yayasan Almuslim jauh lebih besar daripada kepentingan pribadi. Jika masyarakat memberikan amanah, maka amanah itu harus dijalankan dengan kejujuran, keterbukaan, dan tanggung jawab. Jika belum menjadi kehendak musyawarah, saya tetap menghormatinya,” ungkap Edi.
Pemilik Obama Market ini juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keutuhan persaudaraan dan menghindari perpecahan. Pergantian kepemimpinan, ujarnya, hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat kembali marwah dan kemandirian Yayasan Almuslim dalam melayani masyarakat.
“Kini, yang terpenting bukan siapa yang mendapatkan jabatan, melainkan bagaimana amanah ulama dan wakaf masyarakat tetap terjaga dengan baik,” tambahnya.
Edi berharap musyawarah dapat segera dipersiapkan dan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku, agar seluruh pemilik suara dapat memperoleh haknya secara adil, dan masa depan Yayasan Almuslim ditentukan melalui proses yang sah, terbuka, serta bermartabat. (Red)








