
LINTAS NASIONAL – BANDA ACEH, Hana Abelia Putri, merupakan seorang pemuda asal Aceh yang aktif bergerak di bidang kewirausahaan, pemberdayaan perempuan dan pemuda, serta inovasi digital.
Hana, sapaan akrab Hana Abelia Putri mulai merintis usaha Gula Joek Aceh pada tahun 2022. Usaha produksi gula semut aren murni tersebut dirintis dengan menggandeng petani aren lokal sebagai penyedia bahan baku utama.
Untuk meningkatkan nilai tambah gula semut aren, Hana melalukan pengembangan produk, branding, dan pemasaran. Hal itu dilakukan Hana untuk membuka peluang ekonomi bagi petani lokal, sekaligus memperkenalkan potensi produk unggulan Aceh ke pasar yang lebih luas.
Selain aktif merintis usaha Gula Joek Aceh, Hana juga aktif di Women in The Future (WITF), organisasi yang berfokus pada pemberdayaan perempuan dan pemuda. Pada tahun 2025, Hana terpilih sebagai salah satu dari empat pemuda Indonesia untuk mengikuti YSEALI Academic Fellowship di Amerika Serikat, dengan fokus inovasi, pemberdayaan ekonomi, dan kewirausahaan.
Kiprah Hana tersebut mengantaran dirinya terpilih sebagai Pemuda Berprestasi dan Inspiratif Aceh 2026, yang diserahkan pada peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) Ke 98 Tahun 2026 tingkat Provinsi Aceh, di Banda Aceh.
“Alhamdulillah, bersyukur bisa meraih penghargaan tersebut,” ucap Hana Abelia Putri, menjawab Lintas Nasional, Jum’at, 6 November 2026.
Hana mengaku berkomitmen untuk terus mengembangkan potensi pemuda Aceh, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Hana mengisahkan inisiatif membangun usaha Gula Joek Aceh melalui akun instagram www.instagram.com/gulajoek_aceh.
Usaha tersebut dirintis Hana sejak masa kuliah pada tahun 2021 dengan produk gula semut berbahan 100 persen aren murni. Melalui usaha ini, Hana ingin mengembangkan potensi lokal Aceh menjadi produk bernilai tambah, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi petani aren.
“Saya juga pernah berkontribusi sebagai Master Trainer AI Microsoft dalam program Alunjiva, dengan memberikan pelatihan pemanfaatan AI kepada perempuan, pemuda, pelaku UMKM, dan penyandang disabilitas,” ungkap Hana.
Bagi Hana, kepeloporan bukan hanya tentang membangun sesuatu untuk diri sendiri, tetapi bagaimana inisiatif yang kita bangun dapat memberikan manfaat bagi orang lain.
“Saya ingin mengintegrasikan pengalaman kewirausahaan, pemberdayaan masyarakat, dan inovasi digital untuk membuka lebih banyak peluang bagi pemuda dan perempuan di Aceh, agar mampu berkembang dan menjadi penggerak perubahan di lingkungannya,” ucap Hana.
Usaha Gula Joek Aceh yang dirintis Hana sampai saat ini masih berjalan. Meskipun belum memiliki rumah produksi sendiri, namun bisnis tersebut terus berjakan, karena model bisnis yang dijalankan berfokus pada kemitraan dengan petani aren.
“Jadi, proses produksi dilakukan oleh mitra, sementara kami berfokus pada pengembangan produk, branding, packaging, dan pemasaran. Melalui model ini, kami ingin terus mendukung petani lokal sekaligus memperkenalkan gula semut aren murni Aceh kepada pasar yang lebih luas,” ucap Hana.
Hana mengajak anak muda agar tidak takut untuk memulai, meskipun belum memiliki banyak pengalaman atau sumber daya yang besar. Hana mendorong anak muda agar memulai dari hal-hal sederhana dan dari persoalan yang ada di sekitar.
“Jangan menunggu menjadi hebat untuk memberi dampak, karena justru melalui proses mencoba, belajar, dan berkontribusi, kita akan terus bertumbuh,” tutur Hana. [] (red)








