
LINTAS NASIONAL, BIREUEN – Yayasan Blood For Life Foundation (BFLF) menyalurkan perlengkapan sekolah bagi siswa korban banjir bandang Bireuen, pada Rabu 7 Januari 2026 di Rumoh Sekber Bireuen.
Paket bantuan tersebut bersumber dari hasil kerjasama BFLF dengan Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) dan PAMASTHA From Mangalayang For Humanity.
Ketua BFLF, Michael Octaviano mengatakan, program tersebut diharapkan dapat menginspirasi banyak pihak untuk terlibat dalam pemulihan pendidikan anak-anak korban bencana banjir bandang Aceh.
“Pendidikan adalah fondasi penting dalam proses pemulihan pascabencana. Semoga kegiatan ini bisa menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut peduli terhadap korban banjir bandang di Aceh,” sebut Michael.
Sementara itu, Ketua BFLF Bireuen, Sayed Chairul Raziq Al Aydrus menambahkan, bantuan tersebut disalurkan pihaknya berdasarkan hasil asessment ke sejumlah sekolah terdampak banjir.
“Hari ini kita melaksanakan pembagian seragam sekolah sekaligus program pascasekolah. Sebelumnya kami sudah mendata beberapa sekolah dań kondisinya sangat memprihatinkan, sehingga kami menyalurkan paket pendidikan kapada siswa korban banjir,” jelas Sayed.
Sayed menambahkan, pihaknya menyalurkan bantuan kepada 38 siswa korban banjir di Kabupaten Bireuen. Kata Sayed, bantuan yang disalurkan terdiri dari seragam sekolah, tas, buku, alat tulis, sepatu, kaus kaki, dan perlengkapan belajar lainnya.
“Pemulihan pascabencana di Bireuen saat ini perlu difokuskan pada sektor pendidikan, bukan lagi semata-mata bantuan logistik,” tutur Sayed.
Sayed menambahkan, kondisi Kabupaten Bireuen belum sepenuhnya pulih, namun bantuan yang disalurkan tidak hanya berfokus pada logistik.
“Banyak hal yang harus diprioritaskan, salah satunya pendidikan. Anak-anak ini secara psikologis terdampak, bahkan sudah terbiasa mengejar bantuan. Kita ingin mengembalikan pola pikir mereka agar kembali sehat dan fokus belajar,” kata Sayed.
Sayed mengajak para donatur dan pihak terkait untuk menyalurkan bantuan ke sektor pendidikan.
“Harapan kami, baik donatur maupun pemerintah bisa fokus pada penanganan pascabencana, khususnya di dunia pendidikan. Anak-anak harus kembali belajar secara normal, agar masadepan mereka bisa lebih baik,” pungkas Sayed. [] (AH)








