LINTAS NASIONAL – BIREUEN, Ketua Tuha Peut Gampong Kapa, Kecamatan Peusangan, Amarullah membuat heboh publik, melalui sebuah video berdurasi enam menit lebih, sang Tuha Peut membongkar dugaan manipulasi data korban bencana hidrometeorologi Sumatra di desa tersebut.
Dalam video yang diterima wartawan pada Kamis malam, 12 Maret 2026, Tuha Peut tersebut menjelaskan dia merasa perlu membuat pemberitahuan melalui video tersebut, karena dirinya tidak setuju dengan manipulasi data korban bencana di desa tersebut.
Perbuatan manipulasi data merupakan salah satu tindakan tercela yang tidak patut dilakukan. Dalam video tersebut Amarullah mengatakan telah terjadi dugaan manipulasi data rumah masyarakat yang mengalami rusak berat/hilang di Desa Kapa. Manipulasi tersebut dilakukan oleh oknum aparatur desa demi kepentingan tertentu.
Amarullah mengatakan dia sudah melakukan cross check informasi ke Kantor Camat Peusangan, Bireuen, dan mendapatkan daftar nama-nama warga yang disebutkan sebagai penerima rumah bantuan dari BNPB atau lembaga lainnya.
Dia sangat terkejut karena di dalam data itu ditulis sekitar 20 KK penerima bantuan rumah dari BNPB, karena status mereka sebagai penyintas bencana hidrometeorologi Sumatra, yang rumahnya rusak berat/hilang.
Di Lima daftar tersebut, katanya, terdapat nama Ketua TP PKK Desa Kapa. Kemudian anak dari salah satu petinggi di Desa Kapa.
“Rumah mereka tidak hanyut. Tidak rusak berat,” sebutnya.
Dia menjelaskan, hanya tujuh KK yang rumahnya hilang digerus sungai di Desa Kapa. Rumah-rumah tersebut yaitu milik Jamilah, almarhum Muhammad Amin (hilang dalam banjir tersebut), Budianto, Teungku Ruslan, Hamli dan munzir.
Sementara sisanya, mereka tidak kehilangan rumah.
“Hanya mereka bertujuh yang rumahnya digerus air. Sisanya saya duga hasil manipulasi data yang dilakukan oleh oknum aparatur Gampong Kapa,” katanya.
Dia juga menjelaskan, saat tim verifikasi dari BNPB turun ke lokasi untuk melakukan verifikasi, pihak-pihak tertentu di Kapa telah menunjuk lokasi bekas tapak rumah yang sudah sejak bertahun-tahun lalu telah dibongkar oleh pemiliknya.
Dalam waktu dekat, Tuha Peut Gampong Kapa akan menyampaikan surat sanggahan secara resmi.
Dia meminta Polres Bireuen untuk segera turun tangan, memproses dugaan manipulasi data tersebut. Dia tidak tahu siapa yang telah memanipulasi data. Dia berharap Kapolres Bireuen memberikan atensi khusus untuk kasus tersebut.
“Dengan segala kerendahan hati,dengan tidak mengurangi rasa hormat saya, melalui video ini, sekalian saya ingin memohon kepada Bapak Kapolres Kabupaten Bireuen, tolong Pak, turunkan tim ke Desa Kapa, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen. Bapak sebagai ketua, sebagai pemegang tertinggi hukum di Kabupaten Bireuen tolong Pak, jangan biarkan kebohongan, penipuan seperti ini terjadi,” pintanya.
Dia melanjutkan, “Ini adalah bentuk penipuan yang luar biasa, yang menurut saya, saya menduga dilakukan oleh oknum-oknum aparatur desa, ataupun saya menduga dilakukan oleh pemimpin tertinggi yang ada di Gampong Kapa, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen. Tolong Pak, saya mohon, turunkan tim ke Gampong Kapa, Kecamatan Peusangan. Usut dugaan penipuan tersebut, Pak.”
Dia juga menekankan,sebagai Tuha Peut, dirinya memiliki legal standing untuk menyampaikan permohonan kepada kapolres Bireuen.
“Saya selaku Tuha Peut, saya memiliki legitimasi, saya memiliki legalitas untuk memohon kepada Bapak. Anggaplah ini surat terbuka dari saya, Pak. Tanpa mengurangi rasa hormat, datanglah ke Gampong Kapa, Pak.” pinta Amarullah
Kepada warga Desa Kapa dia menyampaikan dirinya harus melaksanakan tugas pengawasan dengan benar. Dia harus menjalankan tugasnya dengan penuh kejujuran.
“Saya melakukan ini tidak melanggar hukum dan syariat Allah. Saya harus bekerja karena ini merupakan tugas saya sebagai Tuha Peut,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak media belum mendapat keterangan resmi baik dari Keuchik Kapa, Camat Peusangan maupun BPBD Kabupaten Bireuen (M. Reza)








