Daerah  

677 Hektare Sawah Terdampak Bencana di Bireuen Mulai Dibersihkan

LINTAS NASIONAL – BIREUEN, 677 hektare sawah kategori rusak sedang di Bireuen mulai dibersihkan. 677 hektare sawah tersebut terletak di beberapa desa di Samalanga, Peusangan, Jangka, Kutablang, dan Gandapura.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Pemkab Bireuen Muhajir Juli kepada awak media pada Kamis 16 April 2026, katanya Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan, sejak 29 Februari 2026, telah memulai mengusulkan pelaksanaan kegiatan pembersihan/pembenahan lahan persawahan yang terdampak bencana hidrometeorologi Sumatra (banjir dan tanah longsor) akibat siklon Senyar.

“Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bireuen mengajukan data kerusakan lahan persawahan yaitu: rusak ringan 2.756,60 hektare. Rusak sedang 685,27 hektare. Serta rusak berat 1.323,07 hektare,” tutur Muhajir

Sementara untuk lahan persawahan kategori rusak sedang menurut Jubir, dari 685,27 hektare yang diusulkan, Berdasarkan hasil verifikasi dan validasi yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian, yang disetujui 677 hektare.

“Kemudian, dilakukan proses sign engineering design (SID) antara Dinas Pertanian Aceh dengan Universitas Malikussaleh. Setelah proses tersebut selesai, lahan tersebut mulai direhab. Sekarang prosesnya sedang berlangsung,” imbuhnya

Muhajir menyebutkan, kegiatan yang dilakukan di dalam proses rehab lahan tersebut yaitu pembersihan lahan dan pembenahan saluran air.

“Adapun untuk pembersihan lahan persawahan kategori rusak ringan seluas 1.920 hektare (sesuai hasil verifikasi dan validasi Kementerian Pertanian), akan dilakukan setelah selesainya penandatangan kontrak SID,” tandasnya

Lanjutnya, untuk lahan persawahan kategori rusak berat, Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan terus berkomunikasi dengan Pemerintah Pusat.

“Kemungkinan besar penanganan untuk persawahan kategori rusak berat akan dilakukan saat masa rehabilitasi dan rekonstruksi dimulai oleh Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi,” pungkas Muhajir Juli (Rahmad Maulida)