5 Kasus Baru HIV Ditemukan di Bireuen, Didominasi LSL

Ilustrasi

LINTAS NASIONAL, BIREUEN – Selama Januari hingga April 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bireuen, mendeteksikan 5 kasus baru Human Immunodeficiency Virus (HIV) Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS), yang didominasi akibat hubungan sesama jenis atau Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL).

“Dari 5 kasus yang ditemukan pada tahun 2026, 3 orang diantaranya LSL dan 2 kasus pelanggan atau penjajal seks,” kata Kadinkes Bireuen, dr. Irwan, Selesa, 5 Mei 2025.

Irwan mengungkapkan, sejak tahun 2023 hingga 2026, ditemukan 76 kasus HIV-AID yang tersebar di sejumlah Kecamatan dalam Kabupaten Bireuen.

“Lima diantaranya sudah meninggal dunia,” sebut dr. Irwan.

Kata dr. Irwan, pada tahun 2025, penderita HIV-AIDS juga didominasi kasus Lelaki Seks dengan Lelaki (SLS) usia pelajar menengah atas hingga bangku kuliah.

“22 kasus HIV pada tahun 2025 terdapat 9 kasus LSL,” sebut dr. Irwan.

Irwan menjelaskan, pada umumnya penderita HIV baru bisa terdeteksi pihak Dinas Kesehatan (Dinkes), ketika kondisi penderita sudah berkembang menjadi AIDS atau sudah stadium lanjut, karena rendahnya kesadaran untuk pemeriksaan sejak dini.

“Masyarakat enggan melakukan pemeriksaan karena masih menjaga privasi. Kebanyakan penderita HIV – AIDS baru bisa kami deteksi pada saat korban sudah sakit parah dan dibawa ke rumah sakit. Walaupun ada beberapa yang ditemukan pada saat tes kesehatan calon pengantin,” tambah dr. Irwan.

Irwan menyebutkan,penderita HIV- AIDS yang ditemukan di Kabupaten Bireuen berumur antara 20 tahun keatas.

“Ada juga anak yang lahir dari Pasangan Orang Dengan HIV (ODHIV),” kata dr. Irwan.

Irwan menambahkan, adapun fasilitas kesehatan untuk layanan pengobatan dan perawatan penderita HIV-AIDS di Kabupaten Bireuen diantaranya, RSUD dr. Fauziah Bireuen, RS. Malahayati, RS. Jeumpa Hospital, RS. Telaga Bunda dan UPTD. Puskesmas Peudada.[] (Rahmad Maulida)